Membuat Kalimat Article/Determiner Bahasa Inggris
Dalam bahasa Indonesia, kita telah mengenal Kata Sandang, yaitu kata yang dicetak tebal pada kalimat berikut.
  • Sang raja amat bijaksana.
  • Si Rudi pergi ke pabrik.
Dalam bahasa Inggris, kita juga terdapat kata sandang yang disebut article atau determiner, yaitu a/an dan the. Namun, cara penggunaannya berbeda dengan kata sandang dalam bahasa Indonesia. Untuk membuat kalimat article/determiner dalam bahasa Inggris, ia harus digunakan sebelum kata benda tunggal yang bisa dihitung.

Misalkan Anda ingin menerjemahkan dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris: Kami memindahkan buku.
Salah :We move book
Buku adalah kata benda yang bisa dihitung. Anda tidak boleh menuliskannya berdiri sendiri tanpa kata sandang (article/determiner).

Benar :We move a book.
[Kami memindahkan sebuah buku.]
Karena book bisa dihitung, kita harus menjelaskan “statusnya” yang bisa dihitung itu dengan menggunakan kata sandang, misalnya a, bila kita hanya memindahkan sebuah buku.
Benar :We move the book.
[Kami memindahkan buku tersebut.]
Penggunaan the sebagai determiner hanya berlaku bila buku yang dimaksud telah diketahui oleh lawan bicara kita.
Benar :We move books.
[Kami memindahkan buku-buku.]
Dalam kalimat ini, kita tidak membutuhkan kata sandang karena buku yang dipindahkan lebih dari satu (jamak).

A/an kita sebut kata sandang tak tentu (indefinite article) dan the kita sebut kata sandang tertentu (definite article). Alasannya adalah karena the digunakan untuk kata-kata yang sebelumnya sudah pernah dibicarakan oleh pembaca. “The book” mungkin adalah singkatan dari this book, that book, those books, these books, meskipun kita tak perlu selalu menerjemahkannya dengan buku ini, buku itu, atau buku tersebut.

Pilihan a atau an di depan suatu kata benda tergantung pada lafal huruf awal dari kata benda itu. Bila lafal huruf awalnya merupakan huruf konsonan, kita menggunakan a, dan bila huruf
vokal, kita menggunakan an.
  • A wolf howls.
    [Seekor serigala melolong.]
    W pada wolf merupakan huruf konsonan.
  • An elephant ambles.
    [Seekor gajah menyelonong.]
    E pada elephant merupakan huruf vokal.
  • An F-16 is equipped with missiles.
    [Pesawat F-16 dilengkapi dengan rudal.]
    F-16 dibaca “ef sixteen” yang berarti diawali oleh “e”, bukan “f”.
Selain untuk mengawali kata benda tunggal, a/an juga bisa berfungsi sebagai berikut.

A. Untuk kata benda yang baru pertama kali disebutkan dalam suatu pembicaraan.
  • A wolf had its eye on a deer, but the deer is aware of the wolf’s presence.
    [Seekor serigala mengincar seekor rusa, tetapi rusa itu sadar akan kehadiran sang serigala.]
B. Untuk mendeskripsikan sesuatu.
  • It is a peculiar behavior.
    [Itu perilaku yang ganjil.]
C. Untuk menyebut sesuatu secara umum. Tapi untuk tujuan ini, bentuk jamaknya juga umum digunakan.
  • A wolf howls, a horse neighs.
    [Serigala melolong, kuda meringkik.]
  • Wolves howl, horses neigh.
    [Serigala-serigala melolong, kuda-kuda meringkik.]
A/an hanya digunakan untuk kata benda yang dapat dihitung dan berbentuk tunggal saja. Tapi the bisa digunakan untuk kata benda tunggal, jamak, terhitung, maupun tak terhitung. Kata benda yang tak terhitung bisa berdiri sendiri tanpa kata sandang.

Sebelumnya, kita telah membahas pemakaian “the” sebagai kata sandang penentu (determiner).
Berikut ini beberapa kriteris penggunaannya.

A. Digunakan untuk kata benda yang unik atau satu-satunya.
the moon (bulan), the sky (langit), the sun (matahari), the Earth (Bumi), the world (dunia), dan seterusnya.
Akan tetapi, space (luar angkasa) tidak bisa disebut the space.

B. Digunakan untuk kata benda yang diikuti oleh frasa atau klausa yang sudah jelas diketahui oleh pembicara dan lawan bicara. Bedakan kedua kalimat berikut.
  • I saw the man standing at the door.
    [Aku melihat pria yang berdiri di pintu itu.]
  • I saw a man standing at the door.
    [Saya melihat seorang pria berdiri di pintu.]
C. Digunakan untuk menyebut sesuatu yang bersifat “paling” atau superlatif. Dan, bisa juga digunakan di depan kata first, last, next, only, right, same, dan wrong.
  • She is the most beautiful girl I know.
    [Dia perempuan paling cantik yang aku kenal.]
  • They promise to ensure I am the first to know.
    [Mereka berjanji memastikan, saya orang yang pertama kali tahu.]
  • She is the same person that we saw this morning.
    [Dia orang yang sama dengan yang kita lihat tadi pagi.]
D. Digunakan sebelum kata radio sebagai sebuah media. Tapi untuk radio sebagai sebuah benda, kita bisa gunakan a/an. Hal ini tergambar pada contoh berikut.
  • Listen to the radio! There is a radio on your left!
    [Dengarkan radio! Ada radio di sebelah kirimu!]
E. Digunakan sebelum kata cinema dalam bentuk tunggal dan media.
  • Let’s go to the cinema!
    [Ayo ke bioskop!]
  • Celebrities are judged by the media.
    [Para pesohor dihakimi oleh media.]
F. Digunakan sebelum kata police sebagai instansi. Akan tetapi, kita bisa menggunakan a/an untuk policeman atau police officer (perorangan).
  • The police arrested the thief. He is handcuffed by a police officer.
    [Polisi menahan pencuri itu. Dia diborgol oleh seorang petugas.]
G. Digunakan pada kata on the bus dan on the train. Lain halnya jika kedua jenis transportasi tersebut diawali dengan “by”.
  • We go to Surabaya on the train. We can’t get there by bus because it makes us feel sick.
    [Kami pergi ke Surabaya naik kereta. Kami tidak bisa ke sana dengan bis karena itu membuat kami mual.]
H. Town (kota), country (desa), sea (laut), countryside (pedesaan), dan seaside (pesisir) ditulis dengan the bila yang dimaksud adalah tempat yang tidak spesifik. Bila spesifik, bisa
kita gunakan a/an.
  • Many people in the country move to the town especially an industrial town
    [Banyak orang desa pergi ke kota, khususnya kota industri.]
I. Untuk ukuran, kita memang bisa menggunakan “a”. Tapi untuk metode pengukuran, kita harus menggunakan “the”. Bedakan dua contoh berikut.
  • You have to eat three times a day to avoid gastritis.
    [Kamu harus makan tiga kali sehari untuk menghindari maag.]
    *Diukur dalam satuan per hari.
  • The rate of calories is measured by the day.
    [Tingkat kalori diukur secara harian.]
    *Dengan metode ukuran harian.
J. Digunakan sebelum frasa (phrase) kata benda + of + phrase.
  • Indonesia independence → the independence of Indonesia
    [Kemerdekaan Indonesia]
K. Digunakan untuk mengawali nama kitab suci dan karya tulis yang legendaris.
  • The Koran.
    [Quran.]
  • The Bible.
    [Alkitab.]
  • The Mahabharata.
    [Kitab Mahabharata.]
L. Digunakan di depan nama keluarga secara keseluruhan.
  • Mr. Samuel Situmorang and Mrs. Situmorang have two children: Daniel Situmorang and Tiyur Situmorang. They are the Situmorangs.
    [Pak Samuel Situmorang dan Ny. Situmorang punya tiga anak: Daniel Situmorang dan Tiyur Situmorang. Mereka adalah Keluarga Situmorang.]

The tidak dipakai pada kata-kata berikut.
A. Kata benda yang tidak spesifik, baik kata benda terhitung maupun tak terhitung.
  • Honesty is the best policy.
    [Kejujuran itu kebijakan terbaik.]
  • Cats steal and mew.
    [Kucing mencuri dan mengeong.]
B. Nama jalan, nama musim, nama gunung (bukan pegunungan), nama orang, nama bahasa, nama permainan, nama penyakit, nama warna sebagai kata benda, nama hari dan bulan, nama kota, provinsi, dan negara (kecuali yang memang harus selalu didahului oleh the), nama tanjung, nama pulau tunggal, nama danau, nama benua, serta nama organisasi dalam bentuk singkatan.
  • They work on Wall Street.
    [Mereka bekerja di Wall Street.]
  • I live on Jalan Kapuk.
    [Saya tinggal di Jalan Kapuk.]
  • His name is Adam.
    [Namanya Adam.]
  • Blue is my favorite color.
    [Biru adalah warna kesukaanku.]
  • August is the month in which we celebrate independence day.
    [Agustus adalah bulan saat orang Indonesia merayakan hari kemerdekaannya.]
  • Jakarta is the capital city of Indonesia.
    [Jakarta adalah ibukota Indonesia.]
  • Asia is the largest continent.
    [Asia adalah benua terbesar.]
  • Have you ever learned French?
    [Pernahkah kamu belajar bahasa Prancis?]
  • Soccer turns many into fanatics.
    [Sepakbola mengubah banyak orang jadi fanatik.]
  • When Mount Krakatau erupted, the impact was felt globally.
    [Ketika Gunung Krakatau meletus, dampaknya dirasakan di seluruh dunia.]