Penggunaan Direct and Indirect Speech Bahasa Inggris
Silakan perhatikan gambar di samping. Di sana terdapat kalimat "she said that". Kalimat ini menunjukan tentang seseorang yang berkata atau bercerita. Mungkin kamu juga pernah berbagi pengalaman yang menarik dan berguna, lalu menceritakannya kembali kepada orang lain? Nah, itulah yang dimaksud dengan direct and indirect speech.

Dalam bahasa Indonesia, istilah ini disebut dengan kalimat langsung dan tidak langsung.
Jadi, fungsi dari direct and indirect speech adalah untuk melaporkan atau menyampaikan kembali informasi yang kamu dapat kepada orang lain. Kamu mengerti, kan?


Direct speech :She said, “I want to improve my English” [Dia berkata, "Saya ingin meningkatkan bahasa Inggris saya."]
Indirect speech :She said that she wanted to improve her English. [Dia berkata bahwa dia ingin meningkatkan bahasa Inggrisnya."]

Nah, ada beberapa perubahan yang terjadi ketika kamu mengubah direct speech (kalimat langsung) menjadi indirect speech (kalimat tidak langsung), yaitu kata ganti (pronoun), bentuk waktu (tense), keterangan waktu dan tempat.

a. Kata Ganti (Pronoun)

Hal pertama yang harus kamu ubah ketika membuat indirect speech adalah kata ganti (pronoun). Kita langsung belajar dari contoh saja, yuk!
Direct speech : Heru said, “I’m feeling ill.” [Heru berkata, “Saya merasa kurang enak badan.”]
Indirect speech : Heru said that he was feeling ill. [Heru berkata bahwa dia merasa kurang enak badan.]
Coba kamu perhatikan contoh di atas. Dalam direct speech-nya, subjeknya adalah I. Tapi ketika kita ubah ke dalam indirect speech, subjek I berubah menjadi he. Masih bingung? Coba kita lihat lagi contoh-contoh yang lain.
Direct speech :My mother said, “You have to bring your dictionary.” [Ibu saya berkata, “Kamu harus membawa kamus kamu.”]
Indirect speech :My mother said that I had to bring my dictionary. [Ibu saya berkata bahwa saya harus membawa kamus saya.]
Direct speech :Mr. Ferry said, “My wife makes me happy everyday.” [Pak Ferry berkata, “Istri saya membuat saya bahagia setiap hari.”]
Indirect speech :Mr. Ferry said that his wife made him happy everyday. [Pak Ferry berkata bahwa istrinya membuat dia bahagia setiap hari. ]
Gimana? Sudah jelas, kan? Sekarang kita lanjut ke perubahan kedua.

b. Bentuk Waktu (Tense)

Perubahan kedua yang harus kamu lakukan ketika membuat indirect speech adalah tense (bentuk waktu). Coba kamu perhatikan contoh di bawah ini.
Direct speech :Nina said, “I want to have a new pet.” [Nina berkata, “Saya ingin punya peliharaan baru.”]
Indirect speech :She said that she wanted to have a new pet. [Dia berkata bahwa dia ingin punya peliharaan baru.]
Kata want (verb 1) dalam direct speech di atas berubah menjadi wanted (verb 2) dalam indirect speech-nya. Itulah yang dimaksud perubahan tense.
Nah, sekarang coba lihat tabel perubahan tenses berikut.
Direct Speech
Indirect Speech
Simple present (verb 7) Simple past (verb 2)
Present continuous
(are, am, is + verb-ing)
Past continuous
(was/were + verb-ing)
Present perfect (have/has + verb 3) Past perfect (had + verb 3)
Simple past (verb 2) Past perfect
Past perfect (had + verb 3) Past perfect
Pokoknya, kalau bentuk waktu direct speech-nya present, maka indirect speech-nya past. Kalau bentuk waktu direct speech-nya past, maka indirect speech-nya past perfect. Gampang kan mengingatnya?

Kita lihat contoh-contoh yang lain, yuk!
Direct speech :Ilham said, “I am waiting for a bus.” [Ilham berkata, “Saya sedang menunggu bus.”]
Indirect speech :Ilham said that he was waiting for a bus. [Ilham berkata bahwa dia sedang menunggu bus.]
Direct speech :Firman said, “I climbed the mountain.” [Firman berkata, “Saya mendaki gunung itu.”]
Indirect speech :Firman said that he had climbed the mountain. [Firman berkata bahwa dia sudah mendaki gunung itu.]
Satu lagi, kalau direct speech-nya pakai modals, maka perubahannya seperti berikut ini.
Direct Speech
Indirect Speech
Will
Would
Can
Could
May
Might
Might
Might
Must
Had to
Direct speech :Devie said, “I will get married in October.” [Devie berkata, “Saya akan menikah bulan Oktober.”]
Indirect speech :Devie said that she would get married in October. [Devie berkata bahwa dia akan menikah bulan Oktober.]
Direct speech :Ruby said, “I can swim for 3 hours.” [Ruby berkata, “Saya bisa berenang selama 3 jam”.]
Indirect speech :Ruby said that he could swim for 3 hours. [Ruby berkata bahwa dia bisa berenang selama 3 jam.]
Direct speech :Kiki said, “I may be at home.” [Kiki berkata, “Saya mungkin akan ada di rumah”.]
Indirect speech :Kiki said that she might be at home. [Kiki berkata bahwa dia mungkin akan ada di rumah.]
Oh iya, ada satu hal yang akan membuat kamu senang karena kamu nggak usah repot-repot untuk mengganti tenses-nya. Kapankah itu? Yaitu ketika reporting verb-nya dalam bentuk verb

1. Apa itu reporting verb?

reporting verb direct and indirect verbs

Coba kamu perhatikan contoh di bawah ini.
Direct speech : “Learning is my hobby.”
Indirect speech :Sri says that learning is her hobby. Sri said that learning was her hobby.

Dari contoh di atas dapat disimpulkan bahwa:
1. Apabila reporting verb-nya pakai verb 1 (says), bentuk waktu tidak berubah (tetap is).
2. Apabila reporting verb-nya pakai verb 2 (said), bentuk waktunya berubah (is menjadi was).
Ingat ya..!

Tapi, ada beberapa pengecualian (tenang nggak banyak kok. ?) yang tidak mengalami perubahan bentuk waktu, meskipun reporting verb-nya pakai verb 2, di antaranya:

1. Conditional Sentence tipe 2.

Heru said, “If I had wings, I would fly.” [Heru berkata, “Jika saya punya sayap, saya akan terbang.”]
Heru said that if he had wings, he would fly. [Heru berkata bahwa jika dia punya sayap, dia akan terbang.”]

2. Menyatakan kebenaran umum.

Rina said, “The earth is round.” [Rina berkata, “Bumi itu bulat.”]
Rina said that the earth is round. [Rina berkata bahwa bumi itu bulat.]

3. Modal bentuk past tense.

- Irwan said, I might visit Ricky.” [Irwan berkata, “Saya mungkin mengunjungi Ricky.”]
- Irwan said that he might visit Ricky. [Irwan berkata bahwa dia mungkin mengunjungi Ricky.]

4. Must yang menyatakan peraturan yang umum dan permanen.

- Riani said, “Students must respect their teachers.” [Riani berkata, “Murid-murid harus menghormati guru-guru mereka.”]
- Riani said that students must respect their teachers. [Riani berkata bahwa murid-murid harus menghormati guru-guru mereka.]
Oh iya, bentuk reporting verb yang lebih sering dan lebih umum digunakan adalah verb 2. Tapi kamu tetap harus tahu bagaimana jika reporting verb yang dipakai adalah verb 1. OK.
Sebelum kita masuk ke perubahan yang ketiga, kamu boleh kok istirahat dulu kalau capek. Tetap semangat ya.

c. Keterangan Waktu dan Tempat

Dalam mengubah direct speech menjadi indirect speech, kamu juga harus mengubah keterangan waktu dan tempatnya.
Coba perhatikan tabel berikut.
Waktu
Direct Speech
Indirect Speech
Yesterday
The day before
Today
That day
Tomorrow
The next/following day
Next week
The following week
Now
Then
Here There
This That
- Direct speech : Defta said, “I forgot to mail the letter yesterday.” [Defta berkata, “Saya lupa mengirim surat kemarin.”]
- Indirect speech : Defta said that he had forgotten to mail the letter the day before. [Defta berkata bahwa dia lupa mengirim surat hari sebelumnya.]
- Direct speech : Irwan said, “I will go to Anyer tomorrow.” [Irwan berkata, “Saya akan pergi ke Anyer besok.”]
- Indirect speech : Irwan said that he would go to Anyer the following day. [Irwan berkata bahwa dia akan pergi ke Anyer keesokan harinya.]
- Direct speech : Nina said, “Ade met me here.” [Nina berkata, “Ade menemui saya di sini.”]
- Indirect speech : Nina said that Ade had met her there. [Nina berkata bahwa Ade menemui dia di sana.]
Sekarang, kamu sudah tahu tiga hal yang perlu diubah ketika membentuk indirect speech. Coba lihat contoh-contoh di bawah ini untuk mengulas kembali tiga hal tersebut.
Direct Speech
Indirect Speech
Sandra said, "I want to be an English teacher."
[Sandra berkata, "Saya ingin menjadi seorang guru bahasa Inggris."]
Sandra said (that)* she wanted to be an English teacher.
[Sandra berkata (bahwa)* dia ingin menjadi seorang guru bahasa Inggris.]
Riana said, "I must tell my students that they will not have a class tomorrow." [Riana berkata, "Saya harus memberitahu murid-murid saya bahwa mereka tidak akan ada kelas besok."] Riana said (that)* she had to tell her students that they would not have a class the next day. [Riana berkata (bahwa)* dia harus mem­beritahu murid-muridnya bahwa mereka tidak akan ada kelas keesokan harinya.]
* Optional alias kamu bisa pilih untuk memakainya atau tidak.

Sebelum kita lanjut ke penjelasan berikutnya, kita coba ulas dulu perubahan apa saja yang terjadi ketika mengubah direct speech. Masih ingat dong? Yup, kamu benar. Perubahannya adalah kata ganti (pronoun), bentuk waktu (tense), keterangan waktu dan tempat.
Good job. Kita lanjut lagi ya.
Ada informasi tambahan buat kamu pelajari. Yuk, kita bahas lebih lanjut. Semangat, ya!

1. Menyampaikan kembali sebuah tawaran, saran, dan janji, gunakan to + verb 1.
Contoh:
Direct speech
Indirect speech
Mutia said, "I'll be a good student." [Mutia berkata, "Saya akan menjadi seorang murid yang baik."] She promised to be a good student. [Dia berjanji untuk menjadi seorang murid yang baik.]
Teguh said, "You should take a rest." [Teguh berkata, "Kamu seharusnya istirahat."] He advised me to take a rest. [Dia menyarankan saya untuk istirahat.]
Vici said, "I could lend you some money" [Vici berkata, "Saya bisa meminjamkan kamu uang."] He offered to lend me some money. [Dia menawarkan untuk meminjamkan saya uang.]
2. Menyampaikan kembali sebuah pertanyaan yang menggunakan question word, gunakan question word tersebut + subjek + predikat.
Contoh:
Direct speech
Indirect speech
Rickv asked, "Where is the money?" [Ricky bertanya, "Dimana uangnya?"] He asked me where the money was. [Dia bertanya pada saya dimana uangnya.]
Prima asked, "What do you like?" [Prima bertanya, "Apa yang kamu suka?"] She asked me what I liked.
[Dia bertanya pada saya apa yang saya suka.]
3. Apabila pertanyaannya merupakan yes/no questions (diawali dengan auxiliary verb), gunakan if atau whether + subjek + predikat.
Contoh:
Direct speech
Indirect speech
Rio asked, "Do you want to go to Bali?" [Rio bertanya, "Apakah kamu ingin pergi ke Bali?"] He asked me if/whether I wanted to go to Bali. [Dia bertanya pada saya apakah saya ingin pergi ke Bali.]
Ilham asked, "Is Hani learning
English?"
[Ilham bertanya, "Apakah Hani sedang belajar bahasa Inggris?"]
He asked me if/whether Hani was learning English. [Dia bertanya pada saya apakah Hani sedang belajar bahasa Inggris.]
4. Kalimat perintah, cukup tambahkan to sebelum kata kerjanya.
Contoh:
Direct speech
Indirect speech
Edward asked me, "Please bring me some water!" [Edward meminta saya, "Tolong bawakan saya air!"] Edward asked me to bring him some water. [Edward meminta saya untuk membawakannya air.]
Yuli asked me, "Turn on the lamp!" [Yuli meminta saya, "Nyalakan lampu!"] Yuli asked me to turn on the lamp. [Yuli meminta saya untuk menyalakan lampu.]
5. Kalimat larangan, tambahkan not to sebelum kata kerjanya.
Contoh:
Direct speech
Indirect speech
Ricca told me, "Don't lie!" [Ricca menyuruh saya, "Jangan berbohong!"] Ricca told me not to lie. [Ricca menyuruh saya untuk tidak berbohong.]
Devian told us, "Don't be noisy!" [Devian menyuruh kami, "Jangan ribut!"] Devian asked us not to be noisy. [Devian menyuruh kami untuk tidak ribut.]
Gimana? Nggak terlalu susah kan untuk melaporkan kembali sebuah informasi yang kamu dapat kepada orang lain? Kamu pasti bisa kok, asal banyak latihan. Tetap semangat ya.

Demikian pembahasan tentang Penggunaan Direct and Indirect Speech. Semoga kamu semakin pintar bahasa Inggris-nya. Aamiin.
Joomla SEF URLs by Artio