Penggunaan Passive Voice Bahasa Inggris
Sudah lihat gambar di atas? Kira-kira kita mau belajar apa ya sekarang?
Coba perhatikan kata-kata are repaired, is being bitten, was built. Sudah dapat petunjuk kita mau belajar apa? Baiklah, kita akan belajar tentang:

PASSIVE VOICE

A. Apa itu Passive Voice?

Ada yang pernah dengar passive voice? Ayo coba ingat-ingat. Ada kok dalam artikel: Auxiliary Verbs: BE. Passive voice berarti kalimat pasif. Itu loh yang pakai imbuhan di-, seperti diperbaiki, digigit, dibangun dan lain-lain.
Jadi, di unit ini, kita akan belajar bagaimana membuat kalimat pasif dalam bahasa Inggris. Pasti gampang, tenang saja. Kita langsung mulai saja yuk.

B. Cara Membuat Passive Voice

Pokoknya untuk membuat passive voice, kamu hanya perlu ingat 1 rumus saja. Enak, kan?

Rumusnya:

  Auxiliary verb BE + Verb 3 

Sekarang, mari kita pelajari dari contoh-contoh yang ada di gambar di atas.
  • The cars are repaired by the mechanics. [Mobil-mobil diperbaiki oleh para montir.]
  • The boy is being bitten by the dog. [Anak laki-laki itu sedang digigit oleh anjing.]
  • The house was built in 1950. [Rumah itu dibangun pada tahun 1950.]
Kita bahas, yuk contoh-contoh di atas!

1. The cars are repaired by the mechanics.
Coba lihat kata-kata yang dicetak tebal. Ada are dan repaired. Are itu kan auxiliary verb BE, dan repaired adalah verb 3 yang berasal dari kata repair (memperbaiki). Karena ada auxiliary verb BE dan verb 3, maka artinya jadi pasif (diperbaiki). Gampang, kan? ?

2. The boy is being bitten by the dog.
Yang ditebalkan adalah is being bitten. Is adalah auxiliary verb BE dan bitten adalah verb 3 yang berasal dari kata bite (menggigit). Auxiliary verb BE dan verb 3 membentuk arti pasif yaitu "digigit". Terus apa fungsi kata being di kalimat itu? Being di situ menunjukkan arti “sedang”. Jadi artinya sedang digigit. Tenang, nanti kita bahas lebih dalam lagi di bawah.

3. The house was built in 1950.
Dalam kalimat itu, yang dicetak tebal adalah was built. Was adalah auxiliary verb BE dan built adalah verb 3 yang berasal dari build (membangun). Ada auxiliary verb BE dan verb 3 menunjukkan arti pasif (dibangun).
Masih ingat kan, was adalah auxiliary verb BE yang menunjukkan waktu lampau? Arti dari kalimat itu adalah Rumah itu dibangun pada tahun 1950. Dibangunnya di waktu lampau, kan? Makanya pakai was.

Ingat!
  Passive Voice → Auxiliary Verb BE + Verb 3  

Nah, yang harus kamu perhatikan dalam membuat kalimat pasif adalah pemilihan auxiliary verb BE-nya. Pakai auxiliary verb BE yang mana ya? Am, are, is, was, were atau apa? OK.

1. Present (Verb 1) gunakan am, are, atau is.

Masih ingat kan kalau present menunjukkan waktu sekarang? Kita langsung lihat contohnya, yuk!
Active :We mop the floor every day.
             [Kita mengepel lantai setiap hari.]
Passive :The floor is mopped every day by us.
            [Lantai dipel setiap hari oleh kita.]
Kalimat aktif menggunakan verb 1(mop), maka kamu tinggal pilih am, are atau is untuk kalimat pasifnya. Pilih BE yang sesuai dengan subjek di kalimat pasif yang mau dibuat yaitu the floor, maka kita pakai is. Jadi deh kalimat pasifnya seperti yang kamu lihat di atas.
Active :The mechanics repair the cars.
Passive:The cars are repaired by the mechanics.
Kalimat aktif ini juga memakai verb 1 yaitu repair. Berarti kamu tinggal pilih am, are atau is untuk membuat kalimat pasifnya. Lihat subjek kalimat pasif yang mau dibuat (the cars), maka kamu pakai are untuk auxiliary verb BE-nya. Ingat, karena cars bendanya banyak (they), maka kamu pakai are. Jangan lupa pakai BE yang sesuai dengan subjek ya. Gampang, kan?

2. Past (Verb 2) gunakan was atau were.

Kalau kalimat aktifnya menggunakan verb 2, itu artinya menunjukkan waktu lampau (past). Kamu tinggal pilih was atau were untuk auxiliary verb BE-nya. Jangan lupa sesuaikan dengan subjeknya ya.
Active : They built the house in 1950.
[Mereka membangun rumah itu pada tahun 1950.]
Passive:The house was built in 1950 (by them)
[Rumah itu dibangun pada tahun 1950 (oleh mereka).]
Kata kerja yang digunakan dalam kalimat aktif adalah verb 2 (built yang berasal dari build).
Ada yang bertanya, "Dari mana kita bisa menentukan kalau built itu verb 2? Kan built itu adalah bentuk verb 2 dan verb 3, sama saja.” Kita tahu bahwa verb 3 tidak bisa berdiri sendiri, dia harus dibantu oleh auxiliary verb HAVE (dalam kalimat aktif ya). Di kalimat itu tidak ada auxiliary verb HAVE-nya, maka kita bisa langsung menentukan kalau built di situ adalah verb 2, bukan verb 3.
Nah, kita lanjut lagi ke kalimat pasif. Karena dalam kalimat aktif yang dipakai adalah verb 2, kita tinggal pilih was atau were untuk kalimat pasifnya. Lihat subjek yang dipakai dalam kalimat pasif yang mau dibuat, yaitu the house, maka kita pakai was.
Active :We bought some books yesterday.
           [Kita membeli beberapa buku kemarin.]
Passive:Some books were bought (by us) yesterday.
           [Beberapa buku dibeli (oleh kita) kemarin.]
Kalimat aktif menggunakan verb 2, yaitu bought, maka kita pakai was atau were. Mana subjek yang mau dibuat dalam kalimat pasifnya? Some books. Kita pakai was atau were? Pintar, were. Gampang, kan?

3. Perfect (HAVE + Verb 3) tambahkan been sebelum Verb 3

Kalau kalimatnya menggunakan HAVE (have, has, had) + verb 3, maka untuk membuat kalimat pasifnya, tinggal tambahkan been sebelum verb 3-nya. Gampang, kan? ?
Active :He has washed his shoes.
          [Dia sudah mencuci sepatunya.]
Passive:His shoes have been washed (by him).
          [Sepatunya telah dicuci (olehnya).]
Coba lihat kalimat pasifnya. Cukup menambahkan "been" sebelum verb 3-nya? Tapi, coba perhatikan has-nya berubah jadi have. Kenapa coba? Karena subjeknya his shoes, bisa kita ganti jadi they, maka kita harus pakai have, bukan has.
Active :We have sold our car.
          [Kita sudah menjual mobil kita]
Passive:Our car has been sold.
          [Mobil kita sudah dijual]
Sama seperti contoh yang tadi. Kita tinggal menambahkan "been" sebelum verb 3-nya. Coba lihat kalimat pasifnya. Kita pakai has, karena subjeknya our car (it), bukan have.
Oh iya, untuk membuat kalimat pasif dari kalimat perfect (have + verb 3) enak loh. Kamu tidak perlu susah payah memikirkan verb 3 yang mau dipakai di kalimat pasif, karena kamu sudah menemukannya di kalimat aktifnya.
Coba lihat contoh yang pertama di atas. Di kalimat aktif, kita menemukan has washed. Washed di situ adalah verb 3, karena kan tadi rumus perfect = have + verb 3. Maka, di kalimat pasifnya kamu tinggal pakai verb yang sama seperti di kalimat aktifnya yaitu washed. Jangan lupa sesuaikan have dan has dengan subjek yang dipakai. Enak, kan?

4. Continuous (BE + Verb-ing) tambahkan being sebelum Verb 3

Masih ingat kan kalimat continuous? Mempunyai arti “sedang” dengan rumus auxiliary verb BE + verb-ing. Auxiliary verb be yang dipakai bisa dalam bentuk am, are, is, was atau were. Untuk kalimat pasifnya, tinggal tambahkan being sebelum verb 3.
Active :The dog is biting the boy.
       [Anjing sedang menggigit anak itu.]
Passive:The boy is being bitten by the dog.
      [Anak itu sedang digigit oleh anjing.]
Kalimat aktif menggunakan continuous yaitu is biting. Maka untuk kalimat pasifnya, kamu tinggal tambahkan being sebelum verb 3-nya: is being bitten.
Active :Heru was playing games.
       [Heru sedang bermain permainan.]
Passive:Games were being played (by Heru).
      
[Permainan sedang dimainkan (oleh Heru).]
Continuous digunakan dalam kalimat aktif yaitu was playing, maka untuk pasifnya, kita tinggal tambahkan being sebelum verb 3-nya. Tapi lihat, kalimat aktifnya pakai was, maka pasifnya juga harus dalam bentuk lampau (was atau were). Lihat subjek yang dipakai dalam kalimat pasifnya, yaitu games, maka kita pakai were. Gampang, kan?

5. Modals tambahkan BE sebelum Verb 3

Masih ingat modals, kan? Will, can, shall, should, may dan lain-lain. Kalau kalimat aktifnya pakai modals, maka kamu tinggal tambahkan kata “BE” sebelum verb 3-nya. Ingat, modals-nya tidak berubah ya, tetap saja pakai modals yang sama. Hati-hati ya, BE yang dipakai di sini bukan am, are, is, was, were, tapi benar-benar kata BE.
Active :Edward can use the room.
        [Edward bisa menggunakan ruangan itu.]
Passive:The room can be used by Edward.
       [Ruangan itu bisa digunakan oleh Edward.]
Lihat, modal (can) tidak berubah dalam kalimat pasif, tetap saja can. Kita tinggal menambahkan BE sebelum verb 3-nya (used). Gampang, kan? ?
Active :My mother will leave me.
     [Ibu saya akan meninggalkan saya.]
Passive:I will be left by my mother.
   
[Saya akan ditinggalkan oleh ibu saya.]
Modal will tidak berubah, tinggal tambahkan BE sebelum verb 3-nya, yaitu left. Gampang, kan?
Jadi kalau kamu diminta untuk mengubah kalimat aktif menjadi pasif, tinggal lihat saja bentuk verb yang dipakai, apakah verb 1, verb 2, HAVE + verb 3, BE + verb-ing atau ada modals. Terus, tinggal pilih deh auxiliary verb BE yang tepat (ingat 5 poin di atas) dan tambahkan verb 3.
Gimana? Sudah paham, kan? Kalau sudah, ayo kita lanjutkan lagi. Tenang, pembahasan tentang passive voice sedikit lagi kok. ?
Kita lanjutkan ya. Dalam kalimat pasif, kamu akan sering menemukan kata “by …” (oleh …).
The boy is being bitten by the dog. [Anak laki-laki itu sedang digigit oleh anjing.]
Nah, penggunaan kata “by” dalam kalimat pasif nggak wajib. Kalau orang atau bendanya nggak terlalu penting untuk disebutkan, nggak perlu kamu sebutkan.
The house was built in 1950. [Rumah itu dibangun pada tahun 1950.]
Dalam kalimat itu, nggak terlalu penting untuk menyebutkan siapa yang membangun rumah itu. Jadi, kamu bebas mau pakai by … atau nggak. Enak, kan? ?
“Gimana kalau kamu mau buat kalimat pasif, tapi nggak ada subjeknya?” Misalnya, “Dilaporkan bahwa banyak orang tidak punya rumah setelah banjir.” Bagaimana cara membuatnya?
Gampang, kamu tinggal pakai It is … that atau it was … that di awal kalimatnya. Jadi, kalimatnya yaitu It is reported that many people are homeless after the flood.
Selain reported (dilaporkan), kata kerja lain yang biasa digunakan dalam bentuk seperti ini (It is … that atau it was … that) adalah said (dikatakan), known (diketahui), believed (dipercaya), expected (diharapkan), understood (dimengerti), dan considered (dianggap).
  • It is said that Indonesia is a developing country. [Dikatakan bahwa Indonesia adalah negara berkembang.]
  • It was known that the thief stole Rp. 5.000.000. [Diketahui bahwa pencuri itu mencuri 5 juta rupiah.]
  • It is believed that the headmaster is a wise man. [Dipercaya bahwa kepala sekolah adalah lelaki yang bijak.]
Nah, sekiah pembahasan tentang Penggunaan Passive Voice. Sedikit banyaknya, pasti kamu sudah memahami bagaimana cara membuat kalimat pasif dalam bahasa Inggris. OK!