Percakapan Bahasa Jepang Wisata - Traveling

Percakapan Bahasa Jepang Wisata

(観光 – kankō)

Ke Pantai Yuk!
(かいがんへ行きましょう!– kaigan e ikimashō)

田畑 :なつ休みにどこかへいいですか。
Tabata :Natsu-yasumi ni doko ka e ii desu ka.
    Liburan musim panas enaknya pergi ke mana ya?
井上 :およぎに行ったらどうですか。
Inoue :Oyogini ittara80) dō desu ka.
    Bagaimana kalau kita pergi berenang?
田畑 :あ、いい考えですね。じゃ、かいがんへ行きましょう。
Tabata :A, ii kangae desu ne. Ja, kaigan e ikimashō.
    Wah, pendapat yang bagus. Kalau begitu, kita pergi ke pantai yuk!
井上 :クラスのなかまといっしょにどうですか。
Inoue :Kurasu no nakama to isshoni dō desu ka.
    Bagaimana kalau kita bersama dengan teman-teman sekelas?
田畑 :ええ、そうしましょう。
Tabata :Ee, sō shimashō.
    Baik, yuk!

80) “~tara” dipakai untuk hubungan pengandaian kala lampau, sekarang, dan mendatang. Bagian di depan “tara” memuat pengandaian, di belakang “tara” dikemukakan akibatnya.
Contoh:
- Oyogini ittara dō desu ka.
Bagaimana kalau pergi berenang?
- Ame ga futtara dō shimasu ka.
Bagaimana kalau hujan turun?
- Okane ga attara ryokō ni ikitai desu.
Kalau ada uang, saya ingin pergi tamasya.


Maukah Pergi Nonton Konser Musik?

(おんがくコンサートへ見に行きませんか – ongaku-konsāto e mini ikimasen ka)


たくや :あんりさん、あしたコンサートがありますよ。
Takuya :Anri-san, ashita konsāto ga arimasu yo.
    Anri, besok ada konser lho.
あんり :そうですか。どんなコンサートですか。
Anri :Sō desu ka. Donna konsāto desu ka.
    Oh ya? Konser apa?
たくや :ギターコンサートですよ。いっしょに見に行きませんか。
Takuya :Gitā-konsāto desu yo. Isshoni mini ikimasen ka.81)
    Konser gitar lho. Maukah pergi nonton bersama?
あんり :ええ、ぜひ行きたいです。何時からですか。
Anri :    Ee, zehi ikitai desu. Nan-ji kara desu ka.
    Oke, pasti aku ingin pergi. Mulai jam berapa?
たくや :午後8時からですよ。7時半に会いましょう。
Takuya :Gogo hachi-ji kara desu yo. Shichi-jihan ni aimashō.
    Mulai pukul 8 malam. Kita bertemu jam 7:30 ya.
あんり :はい、分かりました。
Anri :Hai, wakarimashita.
    Oke.

81) “KK-masen ka” digunakan untuk mengajak dengan menanyakan pikiran lawan bicara.
Contoh:
- Isshoni mini ikimasen ka.
Maukah pergi nonton bersama?
- Isshoni tabemasen ka.
Maukah makan bersama?


Wah Panasnya!

(わあ、 暑いですね! – waa, atsui desu ne!)


ベルタ : わあ、暑いですね。
Berta :    Waa, atsui desu ne.
    Wah, panasnya.
ダナン : ええ、今はれていますよ。
Danang : Ee, ima harete imasu yo.
    Iya, sekarang cuaca cerah.
ベルタ : 今日どんなよていがいいかな。
Berta : Kyō donna yotei ga ii ka na.82)
    Hari ini enaknya ngapain ya.
ダナン : ええ、カリウランへ行ったらどうですか。そこで寒い ですよ。
Danang : Ee, kariuran e ittara dō desu ka. Soko de samui desu yo.
    Emm..., bagaimana kalau pergi ke Kaliurang? Di sana kan dingin.
ベルタ : ええ、いい考えですね。じゃ、そうしましょう。
Berta : Ee, ii kangae desu ne. Ja, sō shimashō.
    Iya, pendapat yang bagus. Kalau begitu, yuk pergi!

82) Pertanyaan ini tidak ditujukan kepada orang lain, tetapi ditujukan kepada diri sendiri.


Sekarang Musim Apa Di Jepang?

(日本ではどんなきせつですか – nihon dewa donna kisetsu desu ka)


ラタナ : 今月、日本ではどんなきせつですか。
Ratna : Kongetsu, nihon dewa donna kisetsu desu ka.
    Bulan ini, musim apa di Jepang?
長野 : ええ、今月は1月ですね。ふゆでしょう?
Nagano : Ee, kongetsu wa ichi-gatsu desu ne. Fuyu deshō?83)
    Emm..., bulan ini adalah bulan Januari. Musim dingin, kan?
ラタナ : ええ。わあ、寒いですよね。
Ratna : Ee. Waa, samui desu yo ne.
    Iya. Wah, dingin ya.
長野 : ええ、とても寒いですよ。雪がふっています。
Nagano : Ee, totemo samui desu yo. Yuki ga futte imasu.
    Iya, sangat dingin lho. Turun salju.
ラタナ : ええ、そうですね。ふゆの時、どんなことができま すか。
Ratna : Ee, sō desu ne. Fuyu no toki, donna koto ga dekimasu ka.
    Ya, begitu ya. Saat musim dingin, kegiatan apa yang bisa dilakukan?
長野 : ええと、スキーやスケートすることができますよ。
Nagano : Eeto, sukii ya84) sukēto suru koto ga dekimasu yo.
    Emm..., bisa bermain ski, sepatu roda dan lain-lain lho.
ラタナ : わあ、たのしそうですね。
Ratna : Waa, tanoshisō desu ne.
    Wah, sepertinya menyenangkan ya.

83) “~deshō” dipakai untuk memastikan sesuatu di mana lawan bicara sudah tahu tentang yang dibicarakan itu dan diharapkan sependapat dengan si pembicara. Untuk menegaskan pendapat yang sama dengan lawan bicara digunakan “deshō” dengan meninggikan intonasinya.
84) “KB1 ya KB2” dipakai untuk menderetkan kata benda. Partikel “ya” dipakai apabila kita mengambil beberapa saja mewakili banyak benda lebih dari dua. Kadang-kadang kata “nado” dipakai setelah kata benda yang terakhir untuk menjelaskan masih ada kata benda yang lain.
Contoh: sukii ya sukēto suru koto nado ga dekimasu yo (bisa bermain ski, sepatu roda, dan lain-lain lho).


Ada Pertunjukan Gamelan di Keraton Yogyakarta lho!

(ジョグジャカルタおうきゅうでガムランえんそうがありますよ!–

jogujakaruta-ōkyū de gamuran-ensō ga arimasu yo!)


アンド : ガムランえんそうを見たことがありまあすか。
Ando : Gamuran-ensō o mita koto ga arimasu ka.
    Apakah Anda sudah pernah menonton pertunjukan gamelan?
小森 : いいえ、まだです。
Komori : Iie, mada desu.
    Belum, belum pernah.
アンド : らいしゅうの土よう日、ジョグジャカルタおうきゅう でガムランえんそうがありますよ。
Ando : Raishū no doyōbi, jogujakaruta-ōkyū de gamuran-ensō ga arimasu yo.
    Hari Sabtu minggu depan ada pertunjukan gamelan di Keraton Yogyakarta lho.
小森 : そうですか。何時からですか。
Komori : Sō desu ka. Nan-ji kara desu ka.
    Oh ya? Mulai pukul berapa?
アンド : 午後8時からです。
Ando : Gogo85) hachi-ji kara desu.
    Mulai pukul delapan malam.

85) Kata “gogo” bisa berarti “sore/malam”, yaitu mulai pukul 12.00 – 24.00.



Dilarang Memberi Makan!

(えさをやらないでください!– esa o yaranai de kudasai!)

 

動物園の人 : すみません、えさをやらないでください。
Dōbutsuen no hito: Sumimasen, esa o yaranai de kudasai.86)
(pegawai kebun binatang): Maaf, dilarang memberi makan.
客 : どうしてですか。
Kyaku: Dōshite desu ka.
(pengunjung): Mengapa?
動物園の人 : やじゅうで危ないですよ。そこのけ いじばんに知らせが書いてあります。
Dōbutsuen no hito: Yajū de abunai desu yo. Soko no keijiban ni shirase ga kaite arimasu.87)
(pegawai kebun binatang): Berbahaya karena binatang buas. Ada pemberitahuan yang ditulis di papan pengumuman itu.
客 : あ、そうですか。すみませんでした。
Kyaku: A, sō desu ka. Sumimasen deshita.
(pengunjung): Oh begitu ya. Maaf ya.
   
86) “KK-nai de kudasai” digunakan pada waktu memohon atau memerintahkan sesuatu hal yang tidak harus/jangan dilakukan oleh lawan bicara. Kata kerja bentuk-nai adalah kata kerja negatif.
Contoh:
percakapan bahasa jepang liburan dan wisata
87) “KK-te arimasu” menyatakan bahwa seseorang berbuat sesuatu dan efek atau akibatnya masih berlangsung dengan jelas. Karena “KK-te arimasu” mengingatkan adanya pelaku di belakang kejadian, pola ini menggunakan kata kerja transitif (memerlukan objek).
- kabe ni chizu ga hatte arimasu (ada peta dipajangkan di dinding)
- mado ga shimete arimasu (jendela sudah ditutup)


Bagaimana Liburannya?

(休みはどうでしたか – yasumi wa dō deshita ka)


マリア: なつ休みにどこへ行きましたか。
Maria: Natsu yasumi ni doko e ikimashita ka.
    Pergi ke mana saat liburan musim panas?
鈴木: パリへ行きました。
Suzuki: Pari e ikimashita.88)
    Saya pergi ke Paris.
マリア: わあ、いいですね。休みはどうでしたか。
Maria: Waa, ii desu ne. Yasumi wa dō deshita ka.
    Wah, enak ya. Bagaimana liburannya?
鈴木: たのしかったですよ。かいものしたりエッフェルとうに行ったりしました。
Suzuki: Tanoshikatta89) desu yo. Kaimono shitari efferu-tō ni ittari shimashita.90)
    Menyenangkan dong. Saya belanja-belanja dan pergi ke menara Eiffel.
マリア:    わあ、たのしかったですね。パリはせかいのファッションセンターですよね。
Maria:    Waa, tanoshikatta desu ne. Pari wa sekai no fasshonsentā desu yo ne.
    Wah, menyenangkan ya. Paris adalah pusat fashion dunia ya.
鈴木:    ええ。
Suzuki:    Ee.
    Iya.

88) Pola kalimat “KB (tempat) e ikimasu/ikimashita”. “ikimasu/ikimashita” adalah kata kerja yang berarti “pergi”. KK-masu dipakai untuk menyatakan gerakan/kegiatan kebiasaan sekarang atau yang mau dikerjakan oleh pembicara pada waktu yang akan datang. KK-mashita dipakai untuk menyatakan gerakan/kegiatan yang telah lampau. Partikel “e” menunjukkan arah gerakan, dalam hal ini tujuan bepergian. Kata bantu arah “e” dapat diganti dengan “ni”. Artinya hampir sama, hanya “ni” lebih sering dipakai dalam percakapan sehari-hari.
Contoh:
- pari e ikimashita = pari ni ikimashita (pergi ke Paris)
- ginkō e ikimasu = ginkō ni ikimasu (pergi ke bank).
89) “KS-katta” adalah kata sifat berakhiran-i (i-keiyōshi) yang berbentuk lampau. Kata “tanoshikatta” berasal dari kata “tanoshii”. Cara mengubahnya ke bentuk lampau adalah menghilangkan akhiran-i dengan akhiran-katta.
Contoh:
- tanoshii → tanoshikatta (menyenangkan)
- samui → samukatta (dingin).
90) Pola kalimat “KK1-tari KK2-tari shimasu/shimashita” berarti melakukan KK1 dan KK2 secara berganti-ganti, pada suatu saat
melakukan KK1 dan saat yang lain melakukan KK2. Di samping itu, pola ini tidak mempersalahkan urutan penempatan KK dalam kalimat. Perlu diperhatikan bahwa pola ini tidak sewajarnya dikatakan pada kegiatan yang setiap hari dilakukan, misalnya: bangun pagi, makan, tidur, dan lain-lain.