Mengenal Ciri dan Sipat Bahasa Jepang
Sebelum belajar bahasa Jepang, kita terlebih dahulu harus mengenal ciri dan sipat bahasa Jepang. Tujuannya, agar kita dapat mengetahui struktur kalimat bahasa Jepang sehingga lebih memudahkan kita dalam belajar bahasa Jepang. Ciri dan sipat bahasa Jepang sebagai berikut.

A. Jenis Kata dalam Bahasa Jepang

Jenis kata dalam bahasa Jepang terdiri dari kata kerja, kata sifat, kata benda, kata keterangan, kata penghubung, dan partikel.

B. Urutan Kata dalam Bahasa Jepang

Urutan kalimat dalam bahasa Jepang, predikat selalu terletak di akhir kalimat.
- これは ほんです。Kore wa hon desu.
Ini adalah buku.
- まいにち しんぶんを よみます
Mainichi shinbun o yomimasu.
Setiap hari membaca koran.
Selain itu, kata yang diterangkan terletak di belakang kata yang menerangkan.
- あかいかばんは だれの ですか。
Akai kaban wa dare no desu ka.
Tas merah punya siapa? (akai: merah, kaban: tas)
- その しろいいぬが かわいいですね。
Sono shiroi inu ga kawaii desu ne.
Anjing putih itu lucu ya. (sono: itu, shiroi: putih, inu: anjing)

C. Predikat dalam Bahasa Jepang

Kata benda, kata kerja, dan kata sifat dalam bahasa Jepang berfungsi sebagai predikat. Predikat dapat menunjukkan positif atau negatif dan non-waktu lampau atau waktu lampau. Kata sifat dibagi dalam dua kelompok yaitu kata sifat-i dan kata sifatna. Kata sifat-i adalah semua kata sifat yang berakhiran huruf-i atau yang dibaca “i”. Sedangkan kata sifat-na adalah semua kata sifat yang berakhiran selain huruf-i atau yang tidak dibaca “i”.
Contoh kata-kata sifat:

Kata Sifat-i Kata Sifat-na
ひろい Hiroi Luas しずか Shizuka Sepi
さむい Samui Dingin にぎや
Nigiyaka Ramai
あつい Atsui Panas きれい Kirei (baca: kire) Cantik
おおい Oi Banyak ゆうめい Yumei (baca: yume) Terkenal
せまい Semai Sempit げんき Genki Sehat
おいしい Oishii Lezat じょうぶ Jobu Kuat

D. Partikel dalam Bahasa Jepang

Partikel dipakai di belakang kata atau kalimat. Partikel menunjukkan hubungan antara kata dengan kata dalam kalimat dan maksud si pembicara. Selain itu, juga berfungsi menambahkan berbagai arti. Berikut ini adalah beberapa partikel yang bunyinya tidak sesuai dengan penulisannya.
は (ha) → “wa” Contoh:
わたし だいがくせいです。
Watashi wa daigakusei desu.
Saya adalah mahasiswa.
へ (he) → “e” Contoh:
がっこう いきます。
Gakkō e ikimasu.
Pergi ke kampus.
を (wo) → “o” くつ かいました。
Kutsu o kaimashita.
Membeli sepatu.

E. Penghilangan dalam Bahasa Jepang

Kata-kata dan ungkapan yang bisa diketahui dari konteks kalimat biasanya dihilangkan. Subjek dan objek pada kalimat biasanya juga dihilangkan.

-(わたしは)まいにち あさごはんを たべます。
(Watashi wa) mainichi asa-gohan o tabemasu.
Saya setiap hari sarapan.
Subjek “watashi” yang berarti “saya” biasanya dihilangkan.
- (あなたは)ひまな とき、なにを しますか。
(Anata wa) hima na toki, nani o shimasu ka.
Apa yang kamu lakukan di waktu luang?
Objek “anata” yang berarti “kamu” biasanya dihilangkan.
Joomla SEF URLs by Artio