Sunday, July 10, 2016

Percakapan Bahasa Jepang Wisata

Percakapan Bahasa Jepang Wisata

(観光 – kankō)


Percakapan Bahasa Jepang Wisata

Ke Pantai Yuk!

(かいがんへ行きましょう!– kaigan e ikimashō)


田畑 :なつ休みにどこかへいいですか。
Tabata :Natsu-yasumi ni doko ka e ii desu ka.
    Liburan musim panas enaknya pergi ke mana ya?
井上 :およぎに行ったらどうですか。
Inoue :Oyogini ittara80) dō desu ka.
    Bagaimana kalau kita pergi berenang?
田畑 :あ、いい考えですね。じゃ、かいがんへ行きましょう。
Tabata :A, ii kangae desu ne. Ja, kaigan e ikimashō.
    Wah, pendapat yang bagus. Kalau begitu, kita pergi ke pantai yuk!
井上 :クラスのなかまといっしょにどうですか。
Inoue :Kurasu no nakama to isshoni dō desu ka.
    Bagaimana kalau kita bersama dengan teman-teman sekelas?
田畑 :ええ、そうしましょう。
Tabata :Ee, sō shimashō.
    Baik, yuk!

80) “~tara” dipakai untuk hubungan pengandaian kala lampau, sekarang, dan mendatang. Bagian di depan “tara” memuat pengandaian, di belakang “tara” dikemukakan akibatnya.
Contoh:
- Oyogini ittara dō desu ka.
Bagaimana kalau pergi berenang?
- Ame ga futtara dō shimasu ka.
Bagaimana kalau hujan turun?
- Okane ga attara ryokō ni ikitai desu.
Kalau ada uang, saya ingin pergi tamasya.


Maukah Pergi Nonton Konser Musik?

(おんがくコンサートへ見に行きませんか – ongaku-konsāto e mini ikimasen ka)


たくや :あんりさん、あしたコンサートがありますよ。
Takuya :Anri-san, ashita konsāto ga arimasu yo.
    Anri, besok ada konser lho.
あんり :そうですか。どんなコンサートですか。
Anri :Sō desu ka. Donna konsāto desu ka.
    Oh ya? Konser apa?
たくや :ギターコンサートですよ。いっしょに見に行きませんか。
Takuya :Gitā-konsāto desu yo. Isshoni mini ikimasen ka.81)
    Konser gitar lho. Maukah pergi nonton bersama?
あんり :ええ、ぜひ行きたいです。何時からですか。
Anri :    Ee, zehi ikitai desu. Nan-ji kara desu ka.
    Oke, pasti aku ingin pergi. Mulai jam berapa?
たくや :午後8時からですよ。7時半に会いましょう。
Takuya :Gogo hachi-ji kara desu yo. Shichi-jihan ni aimashō.
    Mulai pukul 8 malam. Kita bertemu jam 7:30 ya.
あんり :はい、分かりました。
Anri :Hai, wakarimashita.
    Oke.

81) “KK-masen ka” digunakan untuk mengajak dengan menanyakan pikiran lawan bicara.
Contoh:
- Isshoni mini ikimasen ka.
Maukah pergi nonton bersama?
- Isshoni tabemasen ka.
Maukah makan bersama?


Wah Panasnya!

(わあ、 暑いですね! – waa, atsui desu ne!)


ベルタ : わあ、暑いですね。
Berta :    Waa, atsui desu ne.
    Wah, panasnya.
ダナン : ええ、今はれていますよ。
Danang : Ee, ima harete imasu yo.
    Iya, sekarang cuaca cerah.
ベルタ : 今日どんなよていがいいかな。
Berta : Kyō donna yotei ga ii ka na.82)
    Hari ini enaknya ngapain ya.
ダナン : ええ、カリウランへ行ったらどうですか。そこで寒い ですよ。
Danang : Ee, kariuran e ittara dō desu ka. Soko de samui desu yo.
    Emm..., bagaimana kalau pergi ke Kaliurang? Di sana kan dingin.
ベルタ : ええ、いい考えですね。じゃ、そうしましょう。
Berta : Ee, ii kangae desu ne. Ja, sō shimashō.
    Iya, pendapat yang bagus. Kalau begitu, yuk pergi!

82) Pertanyaan ini tidak ditujukan kepada orang lain, tetapi ditujukan kepada diri sendiri.


Sekarang Musim Apa Di Jepang?

(日本ではどんなきせつですか – nihon dewa donna kisetsu desu ka)


ラタナ : 今月、日本ではどんなきせつですか。
Ratna : Kongetsu, nihon dewa donna kisetsu desu ka.
    Bulan ini, musim apa di Jepang?
長野 : ええ、今月は1月ですね。ふゆでしょう?
Nagano : Ee, kongetsu wa ichi-gatsu desu ne. Fuyu deshō?83)
    Emm..., bulan ini adalah bulan Januari. Musim dingin, kan?
ラタナ : ええ。わあ、寒いですよね。
Ratna : Ee. Waa, samui desu yo ne.
    Iya. Wah, dingin ya.
長野 : ええ、とても寒いですよ。雪がふっています。
Nagano : Ee, totemo samui desu yo. Yuki ga futte imasu.
    Iya, sangat dingin lho. Turun salju.
ラタナ : ええ、そうですね。ふゆの時、どんなことができま すか。
Ratna : Ee, sō desu ne. Fuyu no toki, donna koto ga dekimasu ka.
    Ya, begitu ya. Saat musim dingin, kegiatan apa yang bisa dilakukan?
長野 : ええと、スキーやスケートすることができますよ。
Nagano : Eeto, sukii ya84) sukēto suru koto ga dekimasu yo.
    Emm..., bisa bermain ski, sepatu roda dan lain-lain lho.
ラタナ : わあ、たのしそうですね。
Ratna : Waa, tanoshisō desu ne.
    Wah, sepertinya menyenangkan ya.

83) “~deshō” dipakai untuk memastikan sesuatu di mana lawan bicara sudah tahu tentang yang dibicarakan itu dan diharapkan sependapat dengan si pembicara. Untuk menegaskan pendapat yang sama dengan lawan bicara digunakan “deshō” dengan meninggikan intonasinya.
84) “KB1 ya KB2” dipakai untuk menderetkan kata benda. Partikel “ya” dipakai apabila kita mengambil beberapa saja mewakili banyak benda lebih dari dua. Kadang-kadang kata “nado” dipakai setelah kata benda yang terakhir untuk menjelaskan masih ada kata benda yang lain.
Contoh: sukii ya sukēto suru koto nado ga dekimasu yo (bisa bermain ski, sepatu roda, dan lain-lain lho).


Ada Pertunjukan Gamelan di Keraton Yogyakarta lho!

(ジョグジャカルタおうきゅうでガムランえんそうがありますよ!–

jogujakaruta-ōkyū de gamuran-ensō ga arimasu yo!)


アンド : ガムランえんそうを見たことがありまあすか。
Ando : Gamuran-ensō o mita koto ga arimasu ka.
    Apakah Anda sudah pernah menonton pertunjukan gamelan?
小森 : いいえ、まだです。
Komori : Iie, mada desu.
    Belum, belum pernah.
アンド : らいしゅうの土よう日、ジョグジャカルタおうきゅう でガムランえんそうがありますよ。
Ando : Raishū no doyōbi, jogujakaruta-ōkyū de gamuran-ensō ga arimasu yo.
    Hari Sabtu minggu depan ada pertunjukan gamelan di Keraton Yogyakarta lho.
小森 : そうですか。何時からですか。
Komori : Sō desu ka. Nan-ji kara desu ka.
    Oh ya? Mulai pukul berapa?
アンド : 午後8時からです。
Ando : Gogo85) hachi-ji kara desu.
    Mulai pukul delapan malam.

85) Kata “gogo” bisa berarti “sore/malam”, yaitu mulai pukul 12.00 – 24.00.



Dilarang Memberi Makan!

(えさをやらないでください!– esa o yaranai de kudasai!)


動物園の人 : すみません、えさをやらないでください。
Dōbutsuen no hito: Sumimasen, esa o yaranai de kudasai.86)
(pegawai kebun binatang): Maaf, dilarang memberi makan.
客 : どうしてですか。
Kyaku: Dōshite desu ka.
(pengunjung): Mengapa?
動物園の人 : やじゅうで危ないですよ。そこのけ いじばんに知らせが書いてあります。
Dōbutsuen no hito: Yajū de abunai desu yo. Soko no keijiban ni shirase ga kaite arimasu.87)
(pegawai kebun binatang): Berbahaya karena binatang buas. Ada pemberitahuan yang ditulis di papan pengumuman itu.
客 : あ、そうですか。すみませんでした。
Kyaku: A, sō desu ka. Sumimasen deshita.
(pengunjung): Oh begitu ya. Maaf ya.
   
86) “KK-nai de kudasai” digunakan pada waktu memohon atau memerintahkan sesuatu hal yang tidak harus/jangan dilakukan oleh lawan bicara. Kata kerja bentuk-nai adalah kata kerja negatif.
Contoh:
perubahan bentuk masu dan nai dalam bahasa jepang percakapan wisata
87) “KK-te arimasu” menyatakan bahwa seseorang berbuat sesuatu dan efek atau akibatnya masih berlangsung dengan jelas. Karena “KK-te arimasu” mengingatkan adanya pelaku di belakang kejadian, pola ini menggunakan kata kerja transitif (memerlukan objek).
- kabe ni chizu ga hatte arimasu (ada peta dipajangkan di dinding)
- mado ga shimete arimasu (jendela sudah ditutup)


Bagaimana Liburannya?

(休みはどうでしたか – yasumi wa dō deshita ka)


マリア: なつ休みにどこへ行きましたか。
Maria: Natsu yasumi ni doko e ikimashita ka.
    Pergi ke mana saat liburan musim panas?
鈴木: パリへ行きました。
Suzuki: Pari e ikimashita.88)
    Saya pergi ke Paris.
マリア: わあ、いいですね。休みはどうでしたか。
Maria: Waa, ii desu ne. Yasumi wa dō deshita ka.
    Wah, enak ya. Bagaimana liburannya?
鈴木: たのしかったですよ。かいものしたりエッフェルとうに行ったりしました。
Suzuki: Tanoshikatta89) desu yo. Kaimono shitari efferu-tō ni ittari shimashita.90)
    Menyenangkan dong. Saya belanja-belanja dan pergi ke menara Eiffel.
マリア:    わあ、たのしかったですね。パリはせかいのファッションセンターですよね。
Maria:    Waa, tanoshikatta desu ne. Pari wa sekai no fasshonsentā desu yo ne.
    Wah, menyenangkan ya. Paris adalah pusat fashion dunia ya.
鈴木:    ええ。
Suzuki:    Ee.
    Iya.

88) Pola kalimat “KB (tempat) e ikimasu/ikimashita”. “ikimasu/ikimashita” adalah kata kerja yang berarti “pergi”. KK-masu dipakai untuk menyatakan gerakan/kegiatan kebiasaan sekarang atau yang mau dikerjakan oleh pembicara pada waktu yang akan datang. KK-mashita dipakai untuk menyatakan gerakan/kegiatan yang telah lampau. Partikel “e” menunjukkan arah gerakan, dalam hal ini tujuan bepergian. Kata bantu arah “e” dapat diganti dengan “ni”. Artinya hampir sama, hanya “ni” lebih sering dipakai dalam percakapan sehari-hari.
Contoh:
- pari e ikimashita = pari ni ikimashita (pergi ke Paris)
- ginkō e ikimasu = ginkō ni ikimasu (pergi ke bank).
89) “KS-katta” adalah kata sifat berakhiran-i (i-keiyōshi) yang berbentuk lampau. Kata “tanoshikatta” berasal dari kata “tanoshii”. Cara mengubahnya ke bentuk lampau adalah menghilangkan akhiran-i dengan akhiran-katta.
Contoh:
- tanoshii → tanoshikatta (menyenangkan)
- samui → samukatta (dingin).
90) Pola kalimat “KK1-tari KK2-tari shimasu/shimashita” berarti melakukan KK1 dan KK2 secara berganti-ganti, pada suatu saat
melakukan KK1 dan saat yang lain melakukan KK2. Di samping itu, pola ini tidak mempersalahkan urutan penempatan KK dalam kalimat. Perlu diperhatikan bahwa pola ini tidak sewajarnya dikatakan pada kegiatan yang setiap hari dilakukan, misalnya: bangun pagi, makan, tidur, dan lain-lain.

Percakapan Bahasa Jepang tentang Sekolah 2

Percakapan Bahasa Jepang tentang Sekolah
(学校 – gakkō)

 

Percakapan Bahasa Jepang tentang Sekolah 2

Sekolah Mulai Hari Senin Sampai Sabtu.

(学校は月よう日から土よう日までです – gakkō wa getsuyōbi kara doyōbi made desu)


鈴木 : インドネシアの学校は何よう日から何よう日までですか。
Suzuki : Indoneshia no gakkō wa nan-yōbi kara nan-yōbi made desu ka.
    Sekolah di Indonesia mulai hari apa sampai hari apa?
マヤン : 月よう日から土よう日までです。
Mayang : Getsuyōbi kara doyōbi41) made desu.
    Dari hari Senin sampai hari Sabtu.
鈴木 :    そうですか。日本の学校は月よう日から金よう日です。
Suzuki : Sō desu ka. Nihon no gakkō wa getsuyōbi kara kinyōbi made desu.
    Begitu ya. Sekolah di Jepang mulai hari Senin sampai hari Jumat.
マヤン : わあ、いいですね。土よう日と日よう日は休みですね。
Mayang : Waa, ii desu ne. Doyōbi to nichiyōbi wa yasumi desu ne.
    Wah, asyik ya. Hari Sabtu dan Minggu libur dong.
鈴木 :    ええ。
Suzuki : Ee.
    Iya.

41) Hari dalam bahasa Jepang
TABEL

Mulai Pukul Berapa Pelajaran Sejarah?

(れきしのじゅぎょうは何時からですか – rekishi no jugyō wa nan-ji kara desu ka)


キキ :    あしたれきしのテストがありますよ。
Kiki :    Ashita rekishi no tesuto ga arimasu yo.
    Besok ada ujian sejarah lho.
ロニ :    うそでしょう!
Roni :    Uso deshō!
    Kamu bercanda ya!
キキ :    ええ、ありますよ。
Kiki :    Ee, arimasu yo.
    Iya, ada lho.
ロニ :    れきしは何時からですか。
Roni :    Rekishi wa nan-ji kara desu ka.
    Sejarah mulai pukul berapa?
キキ :    9時30分からですよ。
Kiki :    Ku-ji42) sanjup-pun43) kara desu yo.
    Mulai pukul 09.30 lho.
   
42) Jam dalam bahasa Jepang
penyebutan jam dalam bahasa Jepang
43) Menit dalam bahasa Jepang
penyebutan menit dalam bahasa Jepang

Kuliah Ini Membosankan

(このじゅぎょうはつまらないと思います – kono jugyō wa tsumaranai to omoimasu)


かえで : このじゅぎょうはつまらないと思います。
Kaede :    Kono jugyō wa tsumaranai to omoimasu.44)
    Menurutku kuliah ini membosankan.
ひかり : どうしてですか。
Hikari : Dōshite desu ka.
    Mengapa?
かえで : なかなか覚えられないですよ。
Kaede :    Naka-naka oboerarenai desu yo.
    Tidak ingat-ingat.
ひかり : むずかしいですか。
Hikari : Muzukashii desu ka.
    Apakah sulit?
かえで : ええ、そのとおりですよ。
Kaede :    Ee, sono tōri desu yo.
    Iya, seperti itulah.
ひかり : じゃ、もっと勉強してください。
Hikari : Ja, motto benkyō shite kudasai.35)
    Kalau begitu, belajarlah lebih giat lagi.

44) “~to omoimasu” digunakan untuk menyatakan pendapat atau perkiraan/dugaan kita. Dalam bahasa Indonesia dapat diartikan:
menurut saya….., menurut pendapat saya….., saya rasa......., dan seterusnya.
45) “KK-te/de kudasai” adalah bentuk kata kerja berupa perintah.
Contoh: benkyō shite kudasai (belajarlah), kaite kudasai (tulislah), yonde kudasai (bacalah), dan seterusnya.

Bacalah Dengan Keras!

(大きい声で読んでください!– ōkii-koe de yonde kudasai!)


先生 :    まさこさん、23ページを読んでください。
Sensei : Masako-san, nijūsan-pēji o yonde kudasai.
(guru) : Masako, bacalah halaman 23.
学生 :    はい。
Gakusei : Hai.
(murid) : Baik.
先生 :    ちょっと大きい声で読んでください。
Sensei : Chotto46) ōkii-koe de yonde kudasai.
(guru) : Bacalah dengan lebih keras.
学生 :    はい、分かりました。
Gakusei : Hai, wakarimashita.
(murid) : Baik, saya mengerti.
   
46) Kata “chotto” mempunyai arti harfiah “sedikit”. Akan tetapi dalam percakapan, kata ini dipakai untuk keluwesan berbicara, contoh:
- Chotto matte kudasai (Tolong tunggu sebentar)
- Chotto misete kudasai (Tolong perlihatkan)
- Chotto shitsurei shimasu (Maaf, mengganggu sebentar)
- Chotto onegai shimasu (Minta tolong ya)

Percakapan Bahasa Jepang tentang Sekolah 1

Percakapan Bahasa Jepang tentang Sekolah

(学校 – gakkō)



Percakapan Bahasa Jepang tentang Sekolah

Ini Buku Siapa?

(これはだれの本ですか – kore wa dare no hon desu ka)


先生 : みなさん、これはだれの本ですか。
Sensei : Mina-san, kore wa dare no hon desu ka.
(guru) : Semuanya/anak-anak, buku ini punya siapa?
学生 :  先生、私のです。
Gakusei : Sensei, watashi no33) desu.
(murid) : Pak/Bu Guru, buku punya saya.
先生 : あら、リハナさんのですね。
Sensei : Ara, rihana san no desu ne.
(guru) : Oh, punya Rihana to.
学生 : はい。
Gakusei : Hai.
(murid) : Iya benar.
先生 :  名前が書いてありませんね。
Sensei : Namae ga kaite arimasen ne.
(guru) : Tidak tertulis namanya.
学生 : すみません、わすれてしまいました。すぐ書きます。
Gakusei : Sumimasen, wasurete shimaimashita34). Sugu kakimasu.
(murid) : Mohon maaf, saya lupa. Segera saya tulis.
   
33) Pada jawaban “watashi no desu” terdapat kata benda yang dihilangkan yaitu “hon” (buku). Jawaban yang lengkap adalah “watashi no hon desu”. Kata “no” sudah mengindikasikan kepemilikan kata benda “hon” tersebut, sehingga kata benda yang mengikuti “no” tidak perlu disebutkan lagi karena telah disebutkan sebelumnya.
34) “KK-te shimaimashita” menyatakan bahwa seseorang telah menyelesaikan suatu perbuatan atau melakukan sesuatu sampai tuntas. Kadang-kadang berarti kebetulan telah berbuat sesuatu yang tidak dimaksudkan sebelumnya seperti, tidak sengaja lupa, makan terlalu kenyang, minum terlalu banyak, dan lain-lain.

Ruang Dosen Ada di Sebelah Sana

(けんきゅうしつはどこですか – kenkyū-shitsu wa doko desu ka)


客 : すみません、けんきゅうしつはどこですか。
Kyaku :    Sumimasen, kenkyū-shitsu wa doko35) desu ka.
(tamu) : Permisi, ruang dosen di sebelah mana ya?
学生 :    どんながっかですか。
Gakusei : Donna gakka desu ka.
(mahasiswa) : Jurusan apa?
客 :    日本語がっかです。
Kyaku :    Nihongo-gakka desu.
(tamu) : Jurusan bahasa Jepang.
学生 :    あそこですよ。かんこく語がっかのとなりです。
Gakusei : Asoko desu yo. Kankokugo-gakka no tonari desu.
(mahasiswa) : Di sana lho. Di sebelah jurusan bahasa Korea.
客 :    そうですか。ありがとうございます。
Kyaku :    Sō desu ka. Arigatō gozaimasu.
(tamu) : Begitu ya. Terima kasih.

35) “doko” adalah kata tanya untuk menunjukkan tempat, artinya “di mana”. Jika jawabannya di sini atau di sana, maka digunakan kata:
  • “koko” (di sini) untuk menunjukkan tempat atau ruang lingkup keberadaan pembicara dan lawan bicara.
  •  “soko” (di situ) untuk menunjukkan tempat atau ruang lingkup yang agak jauh dari pembicara dan lawan bicara.
  • “asoko” (jauh di sana) untuk menunjukkan tempat atau ruang lingkup yang jauh dari dari pembicara dan lawan bicara.

Apakah Pak Yamamura Ada?

(やまむら先生はいらっしゃいますか? – yamamura-sensei wa irasshaimasu ka?)


学生 :    おはようございます!
Gakusei : Ohayō gozaimasu.
(mahasiswa) : Selamat pagi!
先生 :    おはよう!
Sensei : Ohayō!
(dosen) : Selamat pagi!
学生 :    すみません、やまむら先生はいらっしゃいますか。
Gakusei : Sumimasen, yamamura-sensei wa irasshaimasu ka.36)
(mahasiswa) : Permisi, apakah Pak Yamamura ada?
先生 :    やまむら先生ですね。今じゅぎょう中ですよ。
Sensei : Yamamura-sensei desu ne. Ima jugyō-chū desu yo.
(dosen) : Pak Yamamura ya. Sekarang sedang ada kuliah.
学生 :    あ、そうですか。何時におわりますか。
Gakusei : A, sō desu ka. Nan-ji ni owarimasu ka.
(mahasiswa) : Oh begitu. Selesai jam berapa?
先生 :    11時ごろおわりますよ。
Sensei : Jūichi-ji goro owarimasu yo.
(dosen) : Selesai kira-kira pukul sebelas.
学生 : そうですか。では、また来ます。しつれいします!
Gakusei : Sō desu ka. Dewa, mata kimasu. Shitsurei shimasu!
(mahasiswa) : Begitu ya. Kalau begitu, nanti saya datang lagi. Permisi!

36) “Irasshaimasu” adalah bentuk yang sangat sopan dari kata “imasu” artinya “ada”.

Ujiannya Dari Tanggal 8 Sampai 22 Juni

(テストは6月8日から22日までです – tesuto wa roku-gatsu yōka kara nijūni-nichi made desu)


リアナ : テストはいつですか。
Riana :    Tesuto wa itsu desu ka.
    Ujiannya kapan ya?
キラナ : いつかな。ええ、6月8日から22日までですよ。
Kirana : Itsu ka na. Ee, roku-getsu37) yōka kara nijūni-nichi38) made39) desu yo.
    Kapan ya. Emm..., mulai tanggal 8 sampai tanggal 22 Juni.
リアナ : そうですか。来月ですね。
Riana :    Sō desu ka. Raigetsu desu ne.
    Oh ya? Bulan depan ya?
キラナ : ええ。
Kirana : Ee.
    Iya.
リアナ : じゃ、がんばりましょう。
Riana :    Ja, ganbarimashō.40)
    Kalau begitu, mari kita berusaha.

37) Bulan dalam bahasa Jepang
bulan dalam bahasa jepang percakapan di sekolah

38) Tanggal dalam bahasa Jepang
Tanggal dalam bahasa Jepang
39) “~kara ~made” digunakan untuk menyatakan rentang waktu atau tempat. Dalam bahasa Indonesia berarti “dari….. sampai…..”
40) Kata kerja “KK-mashō” adalah kata kerja bentuk ajakan.
Contoh: ganbarimashō (mari kita berusaha), tabemashō (mari kita makan), dan lain-lain.

Percakapan Bahasa Jepang Perkenalan

Apakah Saudara Adam dari Indonesia?

(アダムさんはインドネシアから来ましたか – adamu-san wa Indoneshia kara kimashita ka)

percakapan bahasa jepang perkenalan

佐々木 : みなさん、こちらは新しい学生のアダムさんです。
Sasaki : Mina-san, kochira wa atarashii gakusei no adamu-san desu.
    Semuanya, kenalkan ini mahasiswa baru yang bernama Adam.
アダム : はじめまして。
Adam :  Hajimemashite.
    Apa kabar?
阿部 : アダムさんはインドネシアから来ましたか。
Abe : Adamu-san wa indoneshia kara kimashita 22) ka.
    Apakah Saudara Adam dari Indonesia?
アダム : はい、そうです。
Adam :  Hai, sō desu. 23)
    Iya, benar.
阿部 : インドネシアはきれいな国ですね。
Abe : Indoneshia wa kirei na kuni 24) desu ne.
    Indonesia adalah negara yang indah ya.
アダム : ええ、ありがとうございます。
Adam : Ee, arigatō gozaimasu.
    Iya, terima kasih.

22) Kalimat “~kara kimashita” untuk menyatakan asal negara, tempat tinggal atau kota kelahiran. “~kara kimashita” artinya “berasal dari....”.
23) Kalimat “hai, sōdesu” merupakan suatu ungkapan bahwa Anda setuju terhadap apapun pendapat atau apa yang dibicarakan oleh lawan bicara kepada Anda.
24) Penggabungan kata sifat dengan kata benda dalam bahasa Jepang sama dengan bahasa Inggris yaitu MD (menerangkan diterangkan).
kirei na kuni → kirei na (cantik; bagus) + kuni (negara)
atarashii gakusei → atarashii (baru) + gakusei (mahasiswa)


Apakah Anda Asli Jakarta?

(ジャカルタのしゅっしんですか – jakaruta no shusshin desu ka)


ジョコ : ダニさんはどこから来ましたか。
Joko : Dani-san wa doko kara kimashita ka.
    Dani berasal dari mana?
ダニ :  ジャカルタから来ました。
Dani : Jakaruta kara kimashita.
    Saya dari Jakarta.
ジョコ : ジャカルタのしゅっしんですか。
Joko : Jakaruta no shusshin 25) desu ka.
    Apakah Anda asli kelahiran Jakarta?
ダニ :  いいえ、パレンバンのしゅっしんです。
Dani :  Iie, parenban no shusshin desu.
    Bukan, saya asli palembang.
ジョコ :  そうですか。
Joko : Sō desu ka. 26)
    Begitu ya.

25) Kata “shusshin” menunjuk kepada kota kelahiran.
26) Kalimat “sōdesu ka” bukan merupakan kalimat tanya, tetapi sekadar untuk memperlihatkan bahwa kita mengikuti pembicaraan lawan. Jadi, intonasi pada bagian akhir tidak dinaikkan. Dalam bahasa Indonesia, dapat diartikan “oh ya?”, “oh begitu”, “begitukah?”, “begitu ya”, “benarkah?”, dan sebagainya.

Apakah Anda Seorang Guru?

(先生ですか – sensei desu ka


ナンダ : 木村さんはどこで働いていますか。
Nanda :  Kimura-san wa doko de hataraite imasu ka.
    Saudara Kimura bekerja di mana?
木村 : 大学で働いています。
Kimura : Daigaku de hataraite imasu.27)
    Saya bekerja di universitas.
ナンダ : 先生ですか。
Nanda : Sensei28) desu ka.
    Apakah Anda seorang dosen?
木村 :  はい、そうです。
Kimura : Hai, sō desu.
    Iya, benar.
   
27) Pola kalimat “KB de hataraite imasu” digunakan untuk menyatakan tempat seseorang bekerja . Dalam bahasa Indonesia, “~de hataraite imasu” berarti “bekerja di….”.
28) Kata “sensei” berarti guru/dosen/pengajar.


Saya tinggal di Jl. Solo No 34.

(私はソロどおりの34ばんに住んでいます – watashi wa kusumadōri no sanjūyon-ban ni sunde imasu)


リアナ : ボンダンさんはどこに住んでいますか。
Riana :  Bondan-san wa doko ni sunde imasu ka.29)
    Bondan tinggal di mana?
ボンダン : クスマどおりの34ばんに住んでいます。リアナさん は?
Bondan : Kusuma-dōri no sanjūyon-ban ni sunde imasu. Rianasan wa?
    Saya tinggal di Jl. Kusuma no 34. Kalau Riana?
リアナ : スデイルマンどおりの12ばんに住んでいます。
Riana :  Sudiruman-dōri no jūni-ban ni sunde imasu.
    Aku tinggal di Jl. Sudirman no 12.
ボンダン : グラメデイア本やから近いですね。
Bondan : Guramedia hon-ya kara chikai desu ne.
    Wah dekat dengan toko buku Gramedia dong.
リアナ : ええ、5分かかりますよ。
Riana : Ee, go-fun30) kakarimasu yo.
    Ya, butuh waktu 5 menit saja.

29) Pola kalimat “KB ni sunde imasu” digunakan untuk menyatakan tempat tinggal. “~ni sunde imasu” berarti “tinggal di…..”.
30) “~fun” digunakan untuk menyatakan menit. “~fun” bisa berubah menjadi “~pun” jika digabung dengan angka.
Contoh: 1 menit → ippun, 3 menit → sanpun, 4 menit → yonpun, 6 menit → roppun, 8 menit → happun, 10 menit → juppun, dan puluhan misal: 20, 30, 40, dan seterusnya.


Berapa Nomor Telepon Anda?

(電話ばんごうは何ばんですか – denwa-bangō wa nan-ban desu ka)


アマンダ : すみません、電話ばんごうが何ばんですか。
Amanda : Sumimasen, denwa-bangō ga nan-ban desu ka.
    Maaf, nomor telepon Anda berapa?
みどり : ええ、0852890767です。
Midori : Ee, zero-hachi-go-ni-hachi-kyū-zero-nana-rokunana31) desu.
    Emm.., 0852890767.
アマンダ : 0852890......
Amanda : Zero-hachi-go-ni-hachi-kyū-zero.......
    0852890......
みどり : 0767です。
Midori : Zero-nana-roku-nana desu.
    767
アマンダ : 0852890767ですね。
Amanda : zero-hachi-go-ni-hachi-kyū-zero-nana-roku-nana desu ne.
    0852890767 ya.
みどり : はい、そうです。アマンダさんの電話ばんごうは?
Midori : Hai, sō desu. Amanda-san no denwa-bangō wa?
    Iya, benar. Kalau nomor telepon Amanda berapa?
アマンダ : 0274-345453です。
Amanda : Zero-ni-nana-yon no 32) san-yon-go-yon-go-san desu.
    0274-345453.
みどり : 0274-345453ですね。はい、分かりました。
Midori : Zero-ni-nana-yon no san-yon-go-yon-go-san desu ne. Hai, wakarimashita.
    0274-345453 ya. Baik, saya sudah tahu.

31) Penyebutan angka dalam bahasa Jepang:
penyebutan angka dalam bahasa jepang
Untuk menyebutkan nomor telepon, angka 0 dibaca “zero”, angka 4 dibaca “yon”, angka 7 dibaca “nana”, dan angka 9 dibaca “kyū”.
32) Jika nomor telepon memakai tanda penghubung seperti kode area atau sebagai pemisah, maka tanda penghubung dibaca “no”.
Contoh: 0274-722-567 dibaca zero-ni-nana-yon no nana-ni-ni no goroku- nana.

Percakapan Bahasa Jepang tentang Kesehatan

Percakapan Bahasa Jepang tentang Kesehatan 

(健康 – kenkō)

percakapan bahasa jepang tentang kesehatan

Kenapa Tidak Masuk Sekolah?

(どうして学校を休みましたか – dōshite gakkō o yasumimashita ka)


アミ:  きのう、どうして学校を休みましたか。
Ami:  Kinō, dōshite gakkō o yasumimashita ka.
    Kemarin, kenapa tidak masuk sekolah?
ニタ:  びょうきでした。
Nita:  Byōki deshita.91)
    Saya sakit.
アミ:  びょうき?どんなびょうきでしたか。
Ami: Byōki? Donna byōki deshita ka.
    Sakit? Sakit apa?
ニタ: 目が痛かったですよ。
Nita:  Me ga itakatta desu yo.
    Mata saya sakit.
アミ:  あ、そうですか。かわいそうですね。
Ami:  A, sō desu ka. Kawaisō desu ne.
    Oh begitu ya. Kasihan ya.

91) “KS-deshita” adalah kata sifat berakhiran selain i/tidak dibaca i (nakeiyōshi) yang berbentuk lampau. Kata “byōki deshita” berasal dari kata byōki (desu). Cara mengubahnya ke bentuk lampau adalah menambahkan kata sifat tersebut dengan “deshita” atau mengubah “desu” menjadi “deshita.
byōki → byōki deshita (sakit)
shizuka desu → shizuka deshita (sepi)
kirei desu → kirei deshita (cantik)

Dokter, Tenggorokan Saya Sakit

(先生、のどが痛いんです – sensei, nodo ga itain desu)


医者: はい、今日はどうしましたか。
Isha: Hai, kyō dōshimashita ka.
(dokter): Baik, ada keluhan apa Anda hari ini?
病人:  先生、のどが痛いんです。
Byōnin: Sensei92), nodo ga itain desu.
(pasien):  Dokter, tenggorokan saya sakit.
医者: ねつがありますか。
Isha: Netsu ga arimasu ka.
(dokter): Apakah ada demamnya?
病人: すこしねつがあります。
Byōnin: Sukoshi netsu ga arimasu.
(pasien): Saya sedikit demam.
医者: そうですか。はい、口をあけてください。
Isha: Sōdesu ka. Hai, kuchi o akete kudasai.
(dokter): Begitu ya. Oke, tolong buka mulutnya.
   
92) Selain berarti guru/pengajar/pelatih, kata “sensei” bisa berarti “dokter”.

Bolehkah Saya Pulang Duluan?

(先に帰ってもいいですか – saki ni kaettemo ii desu ka)


学生: 先生、先に帰ってもいいですか。
Gakusei: Sensei, saki ni kaette mo ii desu ka.93)
(murid):  Pak/Bu Guru, bolehkah saya pulang duluan?
先生: どうしてですか。
Sensei: Dōshite desu ka.
(guru): Kenapa?
学生: あたまが痛くて、ちょっとからだがだるいんです。
Gakusei: Atama ga itakute, chotto karada ga daruin desu.
(murid):  Kepala saya sakit dan badan saya lemas.
先生: そうですか。ええ、いいですよ。どうぞ。
Sensei: Sōdesu ka. Ee, ii desu yo. Dōzo.
(guru):  Begitu ya. Baik, tidak apa-apa. Silakan.
   
93) Pola kalimat “KK-te mo ii desu” digunakan untuk memberikan ijin atau memperbolehkan seseorang melakukan sesuatu. Untuk meminta ijin, dapat menggunakan pola “KK-te mo ii desu ka”. Berikut ini jawabannya:
- Ee/hai, ii desu yo. Dōzo. (Ya, boleh. Silakan)
- Sumimasen, chotto. (Maaf, tidak boleh)
- Iie, ikemasen. (Tidak, tidak boleh) → jawaban ini tidak sopan jika diucapkan kepada orang yang lebih tua/statusnya lebih tinggi.

Katanya Dia Masuk Rumah Sakit

(にゅういんしているそうです – nyūin shite iru sōdesu)


ライラ:  カリマさんはにゅういんしているそうですよ。
Laila: Karima-san wa nyūin shite iru sōdesu94) yo.
    Katanya Karima masuk rumah sakit lho.
ワンダ: そうですか。どうしてですか。
Wanda: Sōdesu ka. Dōshite desu ka.
    Oh ya? Kenapa?
ライラ:  じこでけがするそうです。
Laila: Jiko de ke ga suru sōdesu.
    Katanya terluka karena kecelakaan.
ワンダ: そうですか。カリマさんはだいじょうぶですか。
Wanda: Sōdesu ka. Karima-san wa daijōbu desu ka.
    Oh ya? Apakah Karima tidak apa-apa?
ライラ: それはまだ分かりません。いっしょにみまいに行きましょう。
Laila: Sore wa mada wakarimasen. Isshoni mimai ni ikimashō.
    Kalau itu saya belum tahu. Ayo kita menjenguknya bersama-sama.
   
94) “KK(bentuk kamus) sōdesu”. Apabila “sōdesu” ditambahkan pada kata kerja bentuk kamus, maka frasa itu berarti pembicara sudah pernah mendengar tentang hal tersebut dari orang lain.

Percakapan Bahasa Jepang tentang Keluarga

Keluarga

(家族で – kazoku)


Saya Sekeluarga Ada 5 Orang

(私は5人かぞくです – watashi wa go-nin kazoku desu)


ジェフリ : サリマさんは何人かぞくですか。
Jefri :    Saruma-san wa nan-nin kazoku desu ka.
    Salma berapa orang sekeluarga?
サリマ : 5人かぞくです。ジェフリさんは?
Salma :    Go-nin47) kazoku desu. Jefri-san wa?
    Saya 5 orang sekeluarga. Kalau Jefri?
ジェフリ : 3人かぞくです。父と母と私です。
Jefri :    San-nin kazoku desu. Chichi to haha to watashi desu.
    3 orang sekeluarga. Ayah, ibu, dan saya sendiri.
サリマ : ジェフリさんは1人っ子ですね。
Salma :    Jefuri-san wa hitorikko desu ne.
    Jefri anak tunggal ya.
ジェフリ : ええ。
Jefri :    Ee.
    Iya.

47) “~nin” digunakan untuk satuan orang, tetapi ada perubahan untuk 1 dan 2 orang.
Contoh:
perubahan bentuk nin bahasa jepang

Anda Berapa Bersaudara?

(何人兄弟ですか – nan-nin kyōdai desu ka)


ソフィア :何人兄弟ですか。
Sofia :Nan-nin kyōdai 48) desu ka.
    Anda berapa bersaudara?
バンバン :ええ、5人兄弟です。
Bambang :Ee, go-nin kyōdai desu.
    Emm..., 5 bersaudara.
ソフィア :そうですか。おおいですよね。
Sofia :Sō desu ka. Ōi desu yo ne.
    Oh ya? Banyak ya.
バンバン :ええ。ソフィアさんは?
Bambang :Ee. Sofia-san wa?
    Iya. Kalau Sofia bagaimana?
ソフィア :2人兄弟です。
Sofia :Futari kyōdai desu.
    2 bersaudara.
バンバン :ソフィアさんはなんばんめですか。
Bambang :Sofia-san wa nanban-me desu ka.
    Sofia anak ke berapa?
ソフィア :2ばんめです。
Sofia :Niban-me desu.
    Saya nomor 2.
バンバン :すえっ子ですね。
Bambang :Suekko desu ne.
    Anak bungsu ya.

48) Kata “kyōdai” menunjuk kepada baik saudara laki-laki maupun saudara perempuan. Jadi, dalam bahasa Indonesia dapat berarti “saudara/saudari".

Tahun Ini Ayah Saya Berumur 58 Tahun

(今年、父は58さいです – kotoshi, chichi wa gojūhas-sai desu)


中村 :あした、父のたんじょう日です。
Nakamura : Ashita, chichi no tanjōbi desu.
    Besok adalah hari ulang tahun ayah saya.
渡辺 :そうですか。今年は何さいですか。
Watanabe :Sō desu ka. Kotoshi wa nan-sai desu ka.
    Oh ya? Tahun ini berapa umurnya?
中村 :ええと、58さいです。
Nakamura :Eeto, gojūhas-sai49) desu.
    Emm..., umur 58 tahun.
渡辺 :58さいですか。年のわりにはわかく見えますね。
Watanabe :Gojūhas-sai desu ka. Toshi no wari ni wakaku miemasu ne.
    Umur 58 tahun? Tetapi terlihat lebih muda dibanding usianya ya.
中村 :あ、そうですか。
Nakamura :A, sō desu ka.
    Oh begitukah?

49) “~sai” digunakan untuk menyatakan usia seseorang, tetapi ada perbedaan untuk umur 20 tahun.
Contoh:
perubahan kata sai dalam bahasa jepang percakapan tentang keluarga

Apakah Ibumu Seorang Dokter?

(お母さんはいしゃですか – okāsan wa isha desu ka)


たくや : お母さんはどこに勤めていますか。
Takuya : Okāsan wa doko ni tsutomete imasu50) ka.
    Ibumu bekerja di mana?
レナ :母はびょういんに勤めています。
Rena :Haha wa byōin ni tsutomete imasu.
    Ibu saya bekerja di rumah sakit.
たくや :いしゃですか。
Takuya :Isha desu ka.
    Apakah beliau seorang dokter?
レナ :    いいえ、かんごふです。
Rena :    Iie, kangofu desu.
    Bukan, tetapi perawat.
   
50) Ada dua pertanyaan yang biasanya dipakai untuk menanyakan tempat kerja seseorang yaitu, doko ni tsutomete imasu ka dan doko de hataraite imasu ka. Kedua pertanyaan tersebut mempunyai maksud yang sama, yaitu “Di mana Anda bekerja?”

Kakak Perempuanku Berbisnis Restoran

(姉はレストランをやっています – ane wa resutoran o yatte imasu)


カリナ :お姉さんはどんなお仕事ですか。
Karina :Onēsan wa donna oshigoto desu ka.
    Apa pekerjaan kakak perempuanmu?
ナンダ :レストランをやっています。
Nanda :Resutoran o yatte imasu.51)
    Bisnis restoran.
カリナ :そうですか。どんなレストランですか。
Karina :Sō desu ka. Donna resutoran desu ka.
    Oh ya? Restoran apa?
ナンダ :ファーストフードのレストランです。
Nanda :    Fāsuto fūdo no resutoran desu.
    Restoran cepat saji.
カリナ :そうですか。私もしょうらいレストランをやりたいです。
Karina :Sō desu ka. Watashi mo shōrai resutoran o yaritai desu.
    Oh ya? Saya juga ingin menjalankan restoran nanti.
ナンダ :そうですか。いいですね。どんなレストランですか。
Nanda :Sō desu ka. Ii desu ne. Donna resutoran desu ka.
    Oh ya? Bagus itu. Restoran apa?

51) Untuk jenis pekerjaan wirausaha, digunakan pola “KB (jenis usaha) o yatte imasu”.
- Ane wa resutoran o yatte imasu
  Kakak perempuanku berbisnis restoran.
- Aruka-san wa mise o yatte imasu
  Arka menjalankan bisnis toko.
- Chichi wa kissaten o yatte imasu
  Ayahku berbisnis/menjalankan bisnis kafe.


Kakak Laki-lakimu Orang yang Seperti Apa?

(お兄さんはどんな人ですか – oniisan wa donna hito desu ka)


ハナ :お兄さんはどんな人ですか。
Hana :Oniisan wa donna hito desu ka.
    Kakak laki-lakimu orang yang seperti apa?
プトリ :ハンサムでまじめです。
Putri :Hansamu de majime desu.52)
    Tampan dan rajin.
ハナ :そうですか。せが高いですか。
Hana :Sō desu ka. Se ga takai desu ka.
    Oh ya? Apakah dia tinggi?
プトリ :ええ、高いです。
Putri :Ee, takai desu.
    Iya, tinggi.
ハナ :わあ、かっこいい男ですよね。
Hana :Waa, kakkoii otoko desu yo ne.
    Wah, laki-laki yang keren ya.
プトリ :ハナさんのお兄さんは?
Putri :Hana-san no oniisan wa?
    Kalau kakak laki-lakimu seperti apa?
ハナ :ええ、兄はあたまがいいですが、せがひくいです。
Hana :Ee, ani wa atama ga ii desu ga, se ga hikui desu.53)
    Emm..., kakak laki-lakiku pintar tetapi pendek.
プトリ :あ、そうですか。
Putri :A, sō desu ka.
    Oh begitu.

52) Ada 2 macam kata sifat dalam bahasa Jepang:
(1) “i-keiyōshi” (kata sifat i yaitu kata sifat yang berakhiran i/dibaca i)
(2) “na-keiyōshi” (kata sifat na yaitu kata sifat yang berakhiran selain i/tidak dibaca i).
Contoh:
macam kata sipat dalam bahasa jepang percakapan tentagn keluarga
Untuk menggabungan kata sifat dengan kata sifat, kata sifat yang pertama diubah ke dalam pola berikut ini.
macam kata sipat dalam bahasa jepang percakapan tentagn keluarga
53) Pola kalimat “kalimat1 ga, kalimat2” digunakan untuk menggabungkan dua kalimat yang mempunyai arti yang bertentangan. Dalam bahasa Indonesia, partikel “ga” dapat diartikan “tetapi”.

Yang Manakah Adik Perempuanmu?

(妹さんはどちらですか – imōto-san wa dochira desu ka)


リオ :このしゃしんはかぞくのしゃしんですか。
Rio :Kono shashin wa kazoku no shashin desu ka.
    Apakah foto ini adalah foto keluarga?
イワン :はい。
Iwan :Hai.
    Iya.
リオ :妹さんはどちらですか。
Rio :Imōto-san54) wa dochira desu ka.
    Adik perempuanmu yang mana?
イワン :あの母のそばにいる女ですよ。
Iwan :Ano haha no soba ni iru onna desu yo.
    Itu lho perempuan yang di samping ibuku.
リオ :どちらですか。お母さんのそばに女が2人いますから。
Rio :Dochira desu ka. Okāsan no soba ni onna ga futari imasu kara.55)
    Yang mana? Karena ada dua orang wanita di samping ibumu.
イワン :ええ、妹は目が小さくて、かみが長いです。
Iwan :Ee, imōto wa me ga chiisakute, kami ga nagai desu.
    Emm..., adik perempuanku matanya kecil dan rambutnya panjang.
リオ :めがねをかけている女ですか。
Rio :Megane o kakete iru onna desu ka.
    Apakah perempuan yang memakai kacamata?
イワン :ええ。
Iwan :    Ee.
    Iya.


54) Penyebutan anggota keluarga sendiri berbeda dengan penyebutan anggota keluarga orang lain. Berikut ini perbedaannya
penyebutan anggota keluarga sendiri dan orang lain dalam bahasa jepang
55) “~ kara” digunakan untuk menyatakan sebab atau alasan. Sebelum “kara” adalah kalimat yang menunjukkan sebab atau alasan. Dalam bahasa Indonesia, “kara” dapat diartikan “karena/sebab”.

Percakapan Bahasa Jepang tentang Hobi

Percakapan Bahasa Jepang tentang Hobi

(趣味 – shumi)


Saya Seminggu Tiga Kali Bermain Bola Basket

(いっしゅうかんに3かいバスケットボールをします – isshūkan ni san-kai basuketto-bōru o shimasu)



さゆり : どんなスポーツがすきですか。
Sayuri : Donna supōtsu ga suki desu ka.
    Anda suka olahraga apa?
サダユキ : バスケットボールがすきです。
Sadayuki : Basuketto-bōru ga suki desu.
    Saya suka bola basket.
さゆり : そうですか。いっしゅうかんに何かいしますか。
Sayuri : Sō desu ka. Isshūkan ni nan-kai shimasu ka.
    Begitu ya. Seminggu berapa kali?
サダユキ : 3かいします。
Sadayuki : San-kai shimasu.
    3 kali.
さゆり : いつもだれとしますか。
Sayuri : Itsumo dare to shimasu ka.
    Biasanya dengan siapa Anda bermain (basket)?
サダユキ : 友だちとします。さゆりさんは?どんなスポーツが すきですか。
Sadayuki : Tomodachi to shimasu. Sayuri-san wa? Donna supōtsu ga suki desu ka.
    Bersama teman-teman. Kalau Sayuri? Olahraga apa yang Anda sukai?
さゆり : ええ、あまりすきではありませんが、ときどきあさ ジョギングをします。
Sayuri : Ee, amari71) suki dewa arimasen ga, tokidoki asa jogingu o shimasu.
    Emm..., saya tidak begitu suka (olahraga), tetapi saya kadang-kadang jogging di pagi hari.
サダユキ : そうですか。
Sadayuki : Sō desu ka.
    Begitu ya.


71) Kata “amari” selalu diikuti dengan bentuk negatif.
- Amari suki dewa arimasen. (Tidak begitu suka)
- Amari oishikunai desu. (Tidak begitu enak)
- Amari benkyō shimasen. (Kurang begitu belajar)


Apakah Kamu Punya Binatang Peliharaan?

(ペットをかっていますか – petto o katte imasu ka)


トニ : うちでペットをかっていますか。
Toni : Uchi de petto o katte imasu ka.
    Apakah kamu punya binatang peliharaan di rumah?
アニタ : ええ、ねこをかっています。
Anita : Ee, neko o katte imasu.
    Iya, saya memelihara kucing.
トニ : 何びきかっていますか。
Toni : Nan-biki katte imasu ka.
    Memelihara berapa ekor?
アニタ : 4ひきかっています。トニさんはどんなペットをかって いますか。
Anita : Yon-hiki72) katte imasu. Toni-san wa donna petto o katte imasu ka.
    Saya memelihara 4 ekor. Kalau Toni memelihara binatang apa?
トニ : いぬをかっていましたが、もうしにました。
Toni : Inu o katte imashita ga, mō shinimashita.73)
    Saya dulu memelihara anjing, tetapi sudah mati.
アニタ : そうですか。どうしてですか。
Anita : Sō desu ka. Dōshite desu ka.
    Oh ya? Kenapa?
トニ : びょうきでしにました。
Toni : Byōki de shinimashita.74)
    Mati karena sakit.
アニタ : そうですか。かわいそうですね。
Anita : Sō desu ka. Kawaisō desu ne.
    Begitu ya. Kasihan ya.

72) Kata satuan bilangan “~hiki” digunakan untuk menyatakan satuan bilangan ikan, serangga, dan binatang yang kecil. Misalnya: kucing, anjing, ikan koi, semut, dan lain-lain. Akhiran “hiki” bisa berubah menjadi “piki” jika bertemu dengan bilangan: 1 ekor → ippiki, 6 ekor → roppiki, 8 ekor → happiki, dan 10 ekor → juppiki. Akhiran “hiki” berubah menjadi “biki” jika bertemu dengan bilangan: 3 ekor → sanbiki dan kata tanya “berapa ekor?” → nanbiki.
73) Pola kalimat “mō KK-mashita” digunakan untuk menyatakan keadaan atau gerakan sudah terjadi atau selesai. Kata “mō” artinya “sudah” dan dipakai dengan kata kerja-mashita.
74) Partikel “de” pada pola kalimat “KS de KK” menunjukkan alasan atau penyebab.


Apa Hobimu?

(しゅみは何ですか – shumi wa nan desu ka)


寺本 : しゅみは何ですか。
Teramoto : Shumi wa nan desu ka.
    Apa hobimu?
小島 : えいがを見ることです。寺本さんは?
Kojima : Eiga o miru koto desu.75) Teramoto-san wa?
    Nonton bioskop. Kalau Saudara Teramoto?
寺本 : 本を読むことです。
Teramoto : Hon o yomu koto desu.
    Membaca buku.
小島 : どんな本がすきですか。
Kojima : Donna hon ga suki desu ka.
    Buku apa yang Anda sukai?
寺本 : かがくの本がだいすきです。
Teramoto : Kagaku no hon76) ga daisuki desu.
    Saya paling suka buku-buku ilmiah.
小島 : わあ、おもしろそうですね。
Kojima : Waa, omoshirosō desu77) ne.
    Wah, sepertinya menarik ya.
   
75) Pola kalimat “KK (bentuk kamus) koto desu” digunakan untuk menyatakan hobi berupa kegiatan. Kegiatan dinyatakan dengan “KK-bentuk kamus, contoh: eiga o miru (menonton bioskop), hon o yomu (membaca buku).
Berikut ini adalah contoh KK-bentuk kamus.
pola kalimat perubahan bentuk kamus koto desu percakapan bahasa jepang tentang hobi

76) Partikel “no” pada pola kalimat “KB no KB” dipakai untuk menghubungkan dua kata benda. Kata benda yang di depan menerangkan kata benda yang di belakang.
Contoh: kagaku no hon (buku ilmiah), nihongo no sensei (guru bahasa Jepang).
77) Apabila kata sifat atau kata kerja ditambahi “sō desu” pada pola kalimat “KS/KK-sō desu”, maka frasa itu berarti “kelihatannya…..” atau “sepertinya….”.
- omoshirosō desu (kelihatannya/sepertinya menarik)
- shizukasō desu (kelihatannya/sepertinya sepi)
- ame ga furisō desu (kelihatannya/sepertinya akan hujan)

Dia Bisa Berbahasa Prancis

(かれはフランス語が分かりますよ – kare wa furansu-go ga wakarimasu yo)


今村 : 外国語が分かりますか。
Imamura : Gaikoku-go ga wakarimasu ka.
    Apakah Anda bisa berbahasa asing?
原口 : はい、ドイツ語が分かります。
Haraguchi : Hai, doitsu-go ga wakarimasu.78)
    Iya, saya bisa berbahasa Jerman.
今村 : すごいですね。田中さんはどんな外国語が分かりま すか。
Imamura : Sugoi desu ne. Tanaka-san wa donna gaikoku-go ga wakarimasu ka.
    Hebat ya. Kalau Saudara Tanaka bisa bahasa asing apa?
原口 : 田中さんですね。ええ、フランス語が分かります。今村さんは?
Haraguchi : Tanaka-san desu ne. Ee, furansu-go ga wakarimasu. Imamura-san wa?
    Saudara Tanaka ya. Emm..., dia bisa berbahasa Prancis. Kalau Saudara Imamura?
今村 : 私はすこしフランス語が分かります。えい語が分かります。
Imamura : Watashi wa sukoshi furansu-go ga wakarimasu. Eigo ga wakarimasu.
    Saya sedikit bisa bahasa Prancis. Menguasai bahasa Inggris.
   
78) Pola kalimat “KB (bahasa) ga wakarimasu” digunakan untuk menyatakan bahasa yang dimengerti. Jawaban untuk kalimat tanya ada beberapa, sesuai kemampuan.
- Hai, wakarimasu. (bila menguasai bahasa tersebut)
- Hai, sukoshi wakarimasu. (bila sedikit menguasai bahasa tersebut)
- Iie, zenzen wakarimasen. (bila sama sekali tidak bisa/tidak mengerti bahasa tersebut)


Apakah Anda Bisa Memainkan Alat Musik?

(がっきをやるのができますか – gakki o yaru no ga dekimasu ka)


バュ : どんながっきがすきですか。
Bayu : Donna gakki ga suki desu ka.
 Anda suka alat musik apa?
キラニ : ええ、ピアノがだいすきです。
Kirani : Ee, piano ga daisuki desu.
    Emm..., saya paling suka piano.
バュ : そうですか。ピアノをひくことができますか。
Bayu : Sō desu ka. Piano o hiku koto ga dekimasu79) ka.
    Oh ya? Apakah Anda bisa bermain piano?
キラニ : はい、毎日れんしゅうしますよ。
Kirani : Hai, mainichi renshū shimasu yo.
    Iya, saya setiap hari berlatih lho.
バュ : そうですか。うちにピアノがありますよね。
Bayu : Sō desu ka. Uchi ni piano ga arimasu yo ne.
    Oh ya? Anda di rumah punya piano ya?
キラニ : ええ。
Kirani : Ee.
    Iya.
バュ : いつからまなびますか。
Bayu : Itsu kara manabimasu ka.
    Sejak kapan Anda belajar?
キラニ : 小さいころからですよ。
Kirani : Chiisai koro kara desu yo.
    Sejak kecil.
バュ : そうですか。すごいですね。
Bayu : Sō desu ka. Sugoi desu ne.
    Oh ya? Hebat ya.
   
79) Pola kalimat “KK (bentuk kamus) koto ga dekimasu” digunakan untuk menyatakan kemahiran dengan menyebutkan kata kerja sesuai dengan kata bendanya.
Contoh: piano o hiku (bermain piano), badominton o suru (bermain badminton), fue o fuku (meniup seruling).